Shopee Antarkan Produk Lokal Roughneck 1991 Tembus Pasar Internasional

By Hotria Mariana, Senin, 3 Mei 2021

Bisnis fesyen Roughneck 1991.

Parapuan.co - Program Ekspor Shopee Kreasi Nusantara ‘Dari Lokal untuk Global’ sukses mengantarkan sejumlah produsen lokal menembus pasar internasional.

Kali ini, giliran Roughneck 1991 yang mendapat kesempatan untuk mengekspor produknya ke Brazil, Amerika Selatan. Sebelumnya, produsen fesyen tersebut telah merambah pasar Malaysia, Singapura Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Pendiri Roughneck 199, Rusli Ikhwan mengatakan, pencapaian itu merupakan impian sejak lama. Sebab, menurut Rusli, melakukan ekspor produk bukanlah perkara mudah. Penjual mesti memenuhi sejumlah proses administrasi, perizinan, dan metode pengiriman yang cukup rumit.

Di sisi lain, lanjut Rusli, Shopee menawarkan kemudahan dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada Roughneck 1991 mengenai proses ekspor.

“Program Ekspor Shopee adalah jalan tepat bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar hingga luar negeri dengan mekanisme yang mudah,” kata Rusli dalam rilis yang diterima Parapuan.co, Senin (3/5/2021).

Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja mengaku tak heran jika produk lokal bisa bersaing di pasar internasional. Pasalnya, ia menilai, produk dalam negeri mengalami banyak perkembangan, mulai dari kualitas, harga yang terjangkau, hingga variasi.

Karena itu, Handhika mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk memberikan wadah dan solusi agar produk Tanah Air bisa dikenal di berbagai negara.

Upaya tersebut sekaligus untuk mengukuhkan komitmen Shopee dalam mewujudkan 500.000 eksportir baru pada 2030.

Sejak diluncurkan pada Juni 2020 hingga Februari 2021, program Ekspor Shopee berhasil mencatatkan peningkatan transaksi harian hingga enam kali lipat. Hal tersebut terlihat dari 1,2 juta produk lokal berhasil dikirim ke Malaysia, Singapura, dan Filipina.

“Hadirnya destinasi ekspor terbaru, yaitu Brasil, merupakan keikutsertaan kami merealisasikan komitmen pemerintah dalam mendorong dan mendukung keberlangsungan penjual lokal di Indonesia,” ujar Handhika.