Generasi Sandwich Wajib Tahu, Tips Bertahan saat Anak dan Orang Tua Bergantung Padamu

By Vregina Voneria Palis, Rabu, 5 Mei 2021

Ilustrasi generasi sandwich

 

Parapuan.co - Kawan Puan, apakah saat ini kamu sedang berada di fase rumit mengurus anak dan juga orang tua yang memasuki masa pensiun?

Jika jawabannya adalah iya maka kamu tergolong generasi sandwich. Apa itu generasi sandwich?

Menurut Workingdaughter, generasi sandwich adalah generasi yang hidupnya terjebak di antara dua generasi lainnya.

Baca Juga: Bukan Hanya Kesehatan, Yuk Kenali Berbagai Jenis Asuransi di Indonesia

Iya, kamu hidup di antara dua generasi, yakni generasi muda alias anak, dan generasi tua alias orang tua kamu.

Di fase 'sandwich' ini, kedua generasi tersebut bergantung kepada kamu, yang mana generasi muda masih belum cukup mandiri dan generasi tua sudah terlalu rentan melakukan berbagai hal.

Maka tidak heran pada fase ini banyak generasi sandwich yang mengalami stres.

Berdasarkan data AARP (American Associataion of Retired Persons), ada 44% perempuan berusia 45 sampai 55 mengalami stres akibat harus mengurus setidaknya satu orang tua dan anak yang berusia di bawah 21 tahun.

Hal yang sama juga ditunjukkan melalui hasil survei EHIS (European Health Interview Survey), yang diambil dari Sciencedirect.

Hasil survei EHIS itu menunjukkan bahwa generasi sandwich di Italia yang memiliki rentang usia 35 sampai 59 tahun mengalami tekanan mental karena tanggung jawab yang dimiliki.

Mereka merasa cukup depresi karena kewalahan dengan tanggung jawab ganda yang harus dipikul yakni mengurus dua generasi sekaligus.