Tuai Kritik, Perusahaan Tiongkok Batalkan Kebijakan Wajib Menikah bagi Karyawan

Arintha Widya - Kamis, 27 Februari 2025
Perusahaan di Tiongkok buat kebijakan kontroversial untuk karyawan lajang.
Perusahaan di Tiongkok buat kebijakan kontroversial untuk karyawan lajang. imtmphoto

Kritik juga datang dari pihak berwenang. Pejabat dari biro sumber daya manusia dan jaminan sosial setempat mengunjungi perusahaan tersebut pada 13 Februari dan menyatakan bahwa kebijakan ini melanggar hukum ketenagakerjaan.

Sehari setelahnya, perusahaan menarik kembali kebijakan tersebut dengan alasan penggunaan kata-kata yang tidak tepat dalam pengumuman mereka.

Upaya Meningkatkan Angka Pernikahan di Tiongkok

Tiongkok menghadapi tantangan besar terkait menurunnya angka pernikahan dan kelahiran. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah pernikahan baru di negara tersebut turun hingga seperlima tahun lalu—penurunan terbesar dalam sejarah.

Populasi Tiongkok juga terus menurun selama tiga tahun berturut-turut, mencapai 1,408 miliar jiwa.

Menanggapi tren ini, menjelang pertemuan parlemen tahunan, seorang penasihat politik nasional mengusulkan penurunan usia legal pernikahan menjadi 18 tahun. Saat ini, usia minimal menikah di Tiongkok adalah 22 tahun bagi pria dan 20 tahun bagi wanita, termasuk yang tertinggi di dunia.

Namun, usulan ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan masyarakat. Beberapa pengguna media sosial mempertanyakan apakah menurunkan usia pernikahan benar-benar dapat menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi yang dihadapi generasi muda.

"Ketika kamu bahkan belum punya kemampuan untuk menghasilkan uang, apakah kamu mau punya anak hanya untuk dibesarkan oleh orang tuamu?" tulis pengguna Weibo lainnya. Pengguna lain menambahkan, "Apakah ini berarti kita kembali ke zaman kuno?"

Meskipun kebijakan Shuntian Chemical Group telah dibatalkan, perdebatan tentang bagaimana cara terbaik untuk meningkatkan angka pernikahan dan kelahiran di Tiongkok masih terus berlangsung.

Baca Juga: Ciri-Ciri Atasan Red Flag yang Perlu Diwaspadai Karyawan, Seperti Apa?

(*)

Sumber: NBC News
Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Ingin Puasa Ramadan Lancar Tanpa Gangguan Pencernaan? Ini Tipsnya