Parapuan.co - Kawan Puan, puasa dan mengasuh anak balita sama-sama membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, tantangan tersendiri akan dialami orang tua yang sedang berpuasa sembari mengasuh balita mereka.
Selain menahan lapar dan dahaga, mereka juga harus menghadapi energi tinggi anak yang sedang aktif-aktifnya. Belum lagi jika mengasuh sambil bekerja, ditambah kejutan ketika anak tiba-tiba rewel, tantrum, dan sebagainya.
Maka itu agar puasa tetap lancar tanpa mengurangi peran sebagai orang tua, berikut beberapa kiat yang bisa kamu terapkan sebagaimana merangkum Huffington Post!
1. Rencanakan Aktivitas Harian dengan Baik
Salah satu cara agar hari terasa lebih ringan saat berpuasa adalah dengan membuat jadwal aktivitas yang jelas. Rencanakan kegiatan yang menyenangkan dan tidak terlalu menguras tenaga, seperti bermain di dalam rumah, membaca buku, atau mengunjungi perpustakaan.
Jika memungkinkan, ajak keluarga atau teman untuk berkumpul agar ada tambahan tenaga dalam mengasuh si kecil.
2. Maksimalkan Waktu Istirahat
Kurangnya waktu tidur dapat memperburuk kelelahan saat berpuasa. Oleh karena itu, pastikan untuk tidur lebih awal setelah berbuka dan ibadah malam.
Jika memungkinkan, cobalah beristirahat saat anak tidur di siang hari. Dengan begitu, tubuh tetap segar dan siap menjalani aktivitas hingga waktu berbuka tiba.
Baca Juga: 4 Tips Mengatasi Stres untuk Kamu yang Super Sibuk, Kelola Waktu Tidur
3. Fleksibel dalam Aturan Parenting
Ramadan adalah bulan penuh keberkahan, dan tidak ada salahnya memberikan sedikit kelonggaran dalam aturan parenting. Jika biasanya anak memiliki batasan waktu ketat untuk menonton TV atau bermain gadget, orang tua bisa memberikan sedikit kelonggaran dengan memilih tontonan edukatif yang juga bernuansa Islami.
Ini bisa menjadi solusi saat orang tua ingin fokus beribadah atau membutuhkan waktu istirahat sejenak. Tak perlu terlalu kaku, karena ini demi keberkahan ibadahmu.
4. Libatkan Anak dalam Aktivitas Ramadan
Anak-anak biasanya senang meniru apa yang dilakukan orang tua. Manfaatkan kesempatan ini dengan melibatkan mereka dalam kegiatan Ramadan, seperti ikut serta dalam doa bersama, mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur’an, atau membantu menyiapkan makanan berbuka.
Meski mereka belum memahami sepenuhnya, kebiasaan ini bisa menjadi momen edukatif yang berharga untuk masa depan si kecil.
5. Ajarkan Pentingnya Menghargai Makanan
Balita sering kali meminta banyak makanan tetapi tidak menghabiskannya. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk mengajarkan pentingnya menghargai makanan dan mengurangi pemborosan.
Jika anak cenderung memilih-milih makanan atau hanya makan sedikit, hindari menawarkan terlalu banyak alternatif agar mereka belajar menghargai makanan yang disediakan.
6. Ingat Tujuan Utama Ramadan
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga melatih kesabaran dan pengendalian diri. Ketika menghadapi tantangan dalam mengasuh anak, ingatlah bahwa ini adalah bagian dari ujian yang akan mendatangkan pahala besar. Jika merasa stres atau lelah, tarik napas dalam-dalam dan ingat bahwa Allah tidak akan membebani seseorang di luar batas kemampuannya.
Dengan menerapkan kiat-kiat di atas, puasa tetap bisa berjalan lancar tanpa mengurangi peran sebagai orang tua. Ramadan bukan hanya waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih sabar dan penuh kasih, terutama dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Baca Juga: Sambut Ramadan, Ini Tips Agar Anak-Anak Semangat Menjalani Puasa
(*)