Parapuan.co - Ketupat merupakan salah satu makanan khas yang selalu hadir dalam perayaan Hari Raya Idulfitri. Hidangan ini bukan sekadar makanan pendamping, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat di berbagai daerah di Indonesia.
Ketupat dalam filosofi Jawa berarti ngaku lepat atau mengakui kesalahan, senada dengan perayaan Idulfitri saat kita meminta maaf pada orang lain. Ketupat yang dimasak dengan sempurna akan menghasilkan tekstur lembut, empuk, dan kenyal, sehingga sangat nikmat saat disantap bersama opor ayam, rendang, atau sambal goreng ati.
Sayangnya, tidak sedikit yang mengalami masalah saat memasak ketupat. Alih-alih mendapat ketupat pulen, justru sebaliknya banyak yang mendapati ketupat kering, bahkan masih mentah di bagian dalamnya. Berikut cara menghasilkan ketupat yang sempurna dan lezat untuk dinikmati bersama keluarga.
1. Tidak Mencuci Beras dengan Benar
Melansir dari laman Kompas.com, salah satu kesalahan yang sering diabaikan adalah tidak mencuci beras hingga benar-benar bersih sebelum dimasukkan ke dalam anyaman ketupat. Jika beras tidak dicuci dengan baik, sisa pati yang masih menempel bisa membuat ketupat menjadi lengket dan keras.
Pastikan mencuci beras hingga air bilasannya bening untuk menghilangkan sisa pati yang berlebihan. Selain itu, perendaman beras selama 30 menit hingga 1 jam sebelum dimasukkan ke dalam anyaman ketupat juga bisa membantu menghasilkan tekstur yang lebih lembut.
2. Mengisi Anyaman Ketupat dengan Takaran yang Salah
Kesalahan lainnya ialah mengisi anyaman ketupat dengan takaran beras yang terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika beras diisi terlalu penuh, ketupat tidak memiliki cukup ruang untuk mengembang, sehingga hasil akhirnya akan terlalu padat dan keras.
Sebaliknya, jika terlalu sedikit, ketupat akan menjadi lembek dan kurang padat. Sebagai aturan umum, isi anyaman ketupat dengan beras sebanyak dua pertiga bagian, sehingga masih ada ruang bagi beras untuk mengembang sempurna saat direbus.
Baca Juga: Anti Melempem, Ini 5 Rahasia Simpan Kue Kering Lebaran Tetap Renyah
3. Air Rebusan Kurang Banyak
Ketupat membutuhkan air yang cukup selama proses perebusan agar bisa matang secara merata. Jika air rebusan kurang dan tidak ditambahkan saat mulai menyusut, ketupat bisa menjadi keras karena tidak mendapatkan cukup kelembapan untuk mengembang dengan baik.
Pastikan ketupat selalu terendam air selama proses perebusan, dan tambahkan air panas jika mulai berkurang. Selain itu, gunakan api sedang agar ketupat matang secara merata tanpa terlalu cepat kehilangan air.
4. Durasi Perebusan yang Kurang Lama
Ketupat tidak bisa dimasak dalam waktu singkat. Jika waktu perebusan terlalu sebentar, beras di dalamnya belum matang sempurna, sehingga hasilnya keras dan kurang nikmat. Sebaliknya, jika direbus terlalu lama dengan api terlalu besar, air bisa habis sebelum ketupat benar-benar matang.
Waktu perebusan ideal untuk ketupat adalah minimal 4 hingga 5 jam dengan api sedang. Jika ingin lebih praktis, kamu bisa menggunakan panci presto untuk mempercepat proses ini menjadi sekitar 1,5 hingga 2 jam.
5. Tidak Mendinginkan Ketupat dengan Benar
Setelah selesai direbus, banyak orang langsung mengangkat ketupat dari air dan membiarkannya begitu saja. Padahal, cara ini bisa menyebabkan ketupat menjadi keras karena uap air yang terperangkap di dalamnya menguap terlalu cepat.
Cara terbaik untuk mendinginkan ketupat adalah dengan menggantungnya di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik. Teknik ini membantu ketupat tetap lembab dan mempertahankan tekstur empuknya lebih lama. Jika dibiarkan di dalam air panas terlalu lama setelah api dimatikan, ketupat bisa menjadi terlalu lembek dan berisiko lebih cepat basi.
Baca Juga: Jenis Kue Kering yang Bisa Jadi Pilihan Perempuan Mandiri Berbisnis Jelang Lebaran
(*)