Parapuan.co - Setiap pasangan yang siap melangkah ke jenjang pernikahan biasanya menginginkan momen lamaran spesial dan tak terlupakan, begitu juga mungkin dengan Kawan Puan. Salah satu momen yang identik dengan lamaran adalah ketika laki-laki berlutut di hadapan pasangannya sambil mengulurkan cincin.
Di saat bersamaan, laki-laki juga akan mengajukan pertanyaan yang begitu bermakna, "Maukah kamu menikah denganku" atau "Maukah kamu hidup denganku dan menghabiskan waktu bersama?"
Adegan ini begitu ikonik bahkan sering diadaptasi dalam berbagai film atau serial televisi. Di sisi lain, banyak pertanyaan di benak perempuan tentang mengapa laki-laki berlutut saat melamar pasangannya?
Apakah ini sekadar kebiasaan tanpa alasan yang jelas, atau sebenarnya ada sejarah panjang dan makna mendalam di baliknya? Untuk memahami lebih jauh, mari kita telusuri asal-usul, filosofi, dan makna simbolis dari tindakan ini.
Merujuk dari laman ABC10, kebiasaan laki-laki berlutut saat melamar pasangannya sudah ada sejak Abad Pertengahan. Saat itu, seorang ksatria berlutut di hadapan raja atau ratu sebagai bentuk penghormatan.
Sementara dalam konteks hubungan asmara, laki-laki berlutut di hadapan perempuan saat melamar adalah simbol dari rasa hormat dan cinta pada pasangan yang ia pilih. Meski demikian, berlutut saat melamar sebenarnya tidak memiliki catatan sejarah yang jelas.
Pasalnya, di masa lalu, lamaran terutama di kalangan bangsawan lebih sering berupa kesepakatan bisnis tanpa adanya unsur romantis. Namun, ada dugaan jika kebiasaan ini terinspirasi dari tradisi Abad Pertengahan.
Saat itu, laki-laki menunjukkan pengabdian kepada perempuan yang dikaguminya dengan berlutut, sebagai bentuk penghormatan dan simbol kesetiaan. Seiring waktu, makna berlutut saat melamar berkembang menjadi simbol komitmen dan kesungguhan dalam hubungan.
Selain tradisi ksatria, tindakan berlutut juga erat kaitannya dengan praktik keagamaan di berbagai belahan dunia. Dalam banyak agama, berlutut adalah simbol kerendahan hati dan permohonan, baik saat berdoa kepada Tuhan maupun meminta restu atau pengampunan.
Baca Juga: Tips Lamaran Sederhana seperti Kisah Kalis Mardiasih di Film Seni Memahami Kekasih