Parapuan.co - Setelah merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita dan melaksanakan salat bersama, mukena yang kamu gunakan tentu memerlukan perawatan khusus agar tetap bersih, wangi, dan awet untuk digunakan ibadah sehari-hari.
Sementara setelah digunakan salat Idulfitri, mukena rentan terpapar debu, keringat, bahkan cipratan kotoran dari tempat salat yang mungkin kurang bersih. Itu artinya, kamu perlu segera mencuci mukena setelah digunakan.
Di sisi lain, salah mencuci atau merawat mukena bisa menyebabkan kain menjadi kusam, seratnya mudah robek, hingga menimbulkan bau tidak sedap akibat sisa deterjen yang tidak terbilas sempurna. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui cara mencuci mukena dengan benar setelah digunakan salat Idulfitri agar tetap bersih, harum, dan tahan lama.
Lantas, bagaimana cara mencuci mukena yang tepat agar tetap nyaman dipakai dalam ibadah selanjutnya? Simak panduan lengkapnya berikut ini.
1. Pisahkan Mukena Sesuai dengan Warna dan Jenis Kain
Langkah pertama yang harus kamu lakukan sebelum mencuci mukena adalah memisahkannya berdasarkan warna dan jenis kain. Mukena putih sebaiknya tidak dicampur dengan mukena berwarna atau bercorak karena berisiko luntur.
Selain itu, jika mukena berbahan halus seperti satin atau sutra, pencucian harus lebih hati-hati agar tidak merusak tekstur kain.
2. Gunakan Deterjen yang Lembut
Deterjen yang terlalu keras bisa merusak serat kain mukena dan membuat warnanya cepat pudar. Pilihlah deterjen cair yang lembut atau deterjen khusus untuk pakaian berbahan halus.
Baca Juga: Untuk Perempuan, Ini 5 Cara Cegah Mukena Berjamur dan Berbau Tak Sedap
Selain itu, hindari penggunaan pemutih untuk mukena berwarna karena dapat merusak motif atau membuat warnanya kusam. Jika mukena putih terlihat kusam, kamu bisa menggunakan larutan air hangat dan sedikit cuka putih untuk mengembalikan kecerahannya.
3. Rendam Mukena dengan Waktu yang Tepat
Proses perendaman bertujuan untuk melunakkan kotoran yang menempel agar lebih mudah dibersihkan. Namun, jangan merendam mukena terlalu lama, terutama jika berbahan halus seperti katun paris atau sutra, karena bisa membuat kainnya mudah rapuh.
Idealnya, rendam mukena selama 10–15 menit dalam air hangat dengan deterjen lembut. Jika terdapat noda membandel, kamu bisa menggosoknya perlahan menggunakan tangan atau sikat berbulu halus.
4. Cuci dengan Cara yang Lembut
Sebisa mungkin, hindari mencuci mukena menggunakan mesin cuci, terutama jika mukena berbahan tipis atau memiliki hiasan bordir. Mencuci dengan tangan lebih disarankan karena dapat menjaga keawetan kain.
Caranya, kucek perlahan pada bagian yang terkena noda, lalu bilas dengan air bersih hingga sisa sabun benar-benar hilang.
Jika kamu tetap ingin menggunakan mesin cuci, masukkan mukena ke dalam kantong laundry khusus dan pilih mode pencucian paling lembut (delicate mode) dengan kecepatan putaran rendah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Mukena Travel, Nyaman Dipakai untuk Mudik Lebaran 2024
5. Hindari Memeras Mukena dengan Keras
Setelah dicuci, jangan memeras mukena terlalu kuat karena bisa menyebabkan kain menjadi kusut bahkan merusak seratnya. Sebaiknya, tekan mukena perlahan untuk mengeluarkan kelebihan air, lalu letakkan di atas handuk kering dan gulung perlahan untuk menyerap sisa air tanpa merusak kainnya.
6. Jemur di Tempat yang Teduh dan Berangin