Parapuan.co - Kawan Puan, kamu yang ingin melanjutkan pendidikan di jenjang doktoral mungkin perlu mengecek beasiswa LPDP kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Prancis. Indonesia dan Prancis berkolaborasi meluncurkan program LPDP-France PhD Joint Scholarship untuk meningkatkan riset dan pendidikan berkelanjutan.
Kemitraan antara Indonesia dan Prancis dalam bidang pendidikan dan riset kembali diperkuat melalui penandatanganan kerja sama LPDP-France PhD Joint Scholarship Programme pada Rabu (26/3) pagi di kantor pusat LPDP Jakarta.
Momen ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan doktor bagi masyarakat Indonesia di berbagai universitas terbaik di Prancis, sekaligus mempererat hubungan keilmuan dan diplomatik kedua negara.
"Dengan perjanjian baru ini, hanya berselang satu tahun sejak peluncuran Program Magister LPDP-Prancis, Prancis dan Indonesia menunjukkan keinginan kuat untuk meningkatkan mobilitas pelajar dan kerja sama dalam bidang riset," ungkap Menteri Eropa dan Urusan Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, dengan optimis, sebagaimana dalam pers rilis yang diterima PARAPUAN.
"Fakta bahwa program ini didanai bersama, di mana Kedutaan Besar Prancis – Institut français Indonésie dan LPDP bekerja sama secara erat, mencerminkan pendekatan hubungan yang ingin kami bangun dengan Indonesia: melalui kemitraan yang saling menguntungkan," imbuhnya.
Penandatanganan kerja sama LPDP-France PhD Joint Scholarship Programme dilakukan langsung oleh Duta Besar Prancis, Fabien Penone, bersama Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, dan disaksikan oleh Menteri Urusan Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot serta jajaran Direksi LPDP.
Sebagai upaya membuka akses lebih luas bagi masyarakat Indonesia, program ini menargetkan hingga 50 penerima beasiswa setiap tahunnya, dengan durasi studi hingga empat tahun.
Proses seleksi akan dimulai pada April 2025, dan para penerima dijadwalkan memulai studi pada Oktober 2025 di berbagai universitas terkemuka di Prancis. Program ini menjadi salah satu opsi unggulan bagi warga Indonesia yang ingin melanjutkan studi doktoral di luar negeri.
Keunggulan dari program ini antara lain persyaratan bahasa yang lebih fleksibel dibandingkan program beasiswa doktor lainnya, dengan ketentuan skor IELTS minimal 6.0, TOEFL iBT 61, atau DELF B2.
Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa LPDP 2025 Segera Dibuka Awal Tahun, Siapkan Dokumen Ini
Selain itu, batas usia maksimal 47 tahun membuka peluang lebih besar bagi akademisi dan peneliti berpengalaman untuk mengejar pendidikan lebih tinggi.
Kedutaan Besar Prancis di Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN – melalui Institut français Indonésie – juga memberikan dukungan penuh selama proses pendaftaran ke universitas-universitas di Prancis, sehingga mempermudah akses ke institusi pendidikan unggulan.
Dengan pilihan universitas dan program studi yang lebih beragam dibandingkan program beasiswa LPDP lainnya, pelamar memiliki lebih banyak opsi yang bisa disesuaikan dengan minat dan kebutuhan akademik mereka.
Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, beserta jajaran direksi LPDP menyambut hangat kunjungan ini sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun ekosistem akademik yang lebih kuat.
Kehadiran langsung Menteri Jean-Noël Barrot ke kantor LPDP menegaskan niat Pemerintah Prancis untuk memperkuat hubungan diplomatik dengan Indonesia, khususnya di bidang pendidikan dan riset.
Dengan dukungan penuh dari kedua pemerintah, LPDP-France PhD Joint Scholarship Programme diharapkan dapat melahirkan generasi pemimpin dan inovator yang mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Indonesia dan dunia.
Demikian informasi mengenai program beasiswa kolaborasi pemerintah Indonesia dan Prancis untuk jenjang doktoral.
Kawan Puan bisa leluasa mencari perguruan tinggi di Prancis yang sesuai minatmu untuk melanjutkan S3 di luar negeri dengan memanfaatkan beasiswa LPDP melalui program ini.
Baca Juga: Skema Baru dan Kebijakan Soal Wajib Pulang dalam Beasiswa LPDP 2025
(*)