Gerilya Udara merupakan panggilan untuk aksi yang menegangkan dan juga bersejarah ini.
Secara fisik, hasilnya menimbulkan kerusakan yang berat bagi pihak Belanda.
Namun secara politis, berita yang sampai dunia internasional berhasil menunjukan tentang kedaulatan Republik Indonesia.
Indonesia saat itu berbangga karena telah memiliki Tentara Republik Indonesia Angkatan Udara yang berjuang dalam menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan.
TNI Angkatan Udara akan menjaga negara Kesatuan Republik Indonesia dari cengkeraman penjajahan babak kedua oleh Belanda.
Baca Juga: Bakal Tayang di Bioskop Online, Ini Sinopsis Film One Night Stand
Peristiwa pengeboman ini merupakan serangan udara yang pertama kalinya dilakukan pejuang udara.
Sebelumnya, ada peristiwa gugurnya para pejuang dan petinggi TNI Angkatan Udara yang merupakan perintis dan pendiri TNI Angkatan Udara.
Gugurnya terjadi pada sore harinya yang sedang melakukan tugas kemanusiaan membawa bantuan berupa obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia.
Para perintis TNI Angkatan Udara yang gugur dalam peristiwa tersebut yaitu, Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh dan Adi Sumarmo.
Kejadian itu terjadi saat pesawat akan mendarat di pangkalan udara Maguwo, Yogyakarta.