Penyakit radang panggul yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut dan kantong cairan yang terinfeksi (abses) berkembang di saluran reproduksi.
Ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi.
Komplikasi kehamilan ektopik dapat terjadi ketika radang panggul yang tidak diobati telah menyebabkan jaringan parut berkembang di saluran tuba.
Infertilitas dapat terjadi jida sering mengalami radang panggul.
Kemudian, nyeri panggul kronis dapat terjadi jika radang panggul dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.
Baca Juga: Kesehatan Seksual dan Reproduksi Perempuan: Risiko Hubungan Intim saat Menstruasi
Lebih lanjut, radang panggul dapat menyebabkan abses kumpulan nanah terbentuk di saluran reproduksi.
Untuk mengurangi risiko penyakit radang panggul, konsultasikan ke dokter tentang penyakit ini lebih lanjut.
Terutama berkaitan dengan kontrasepsi, banyak bentuk kontrasepsi tidak melindungi terhadap perkembangan PID.
Buatlah jadwal dengan dokter untuk pemeriksaan rutin.
Nah, dengan mengetahui penyebab dan risiko radang panggul diharapkan Kawan Puan dapat menjaga kesehatan seksual dan reproduksi perempuan.
(*)