Parapuan.co- Kamu pasti sudah tidak asing dengan aktivis anak perempuan bernama Greta Thunberg.
Meski usia pada saat itu masih anak-anak, namun ia sudah berani menyuarakan pendapat mengenai isu krisis iklim dan lingkungan.
Mengutip Kompas.com, anak perempuan yang akrab disapa Greta ini pernah berdiri sendirian di depan Gedung Parlemen Swedia sambil membawa papan tulis bertinta hitam.
Pesan papan tulis tersebut bertuliskan "School Strike for Climate" pada Agustus 2018 lalu.
Setelah aksi itu, ia berhasil mengajak jutaan anak remaja ikut turun ke jalan menyuarakan isu lingkungan.
Lantas, seperti apa sesungguhnya sosok Greta Thunberg yang kini telah berusia 19 tahun?
Kehidupan pribadi Greta
Greta Thunberg merupakan anak pertama dari tiga bersaudara yang lahir pada 3 Juni 2003.
Ibunya, Malena Ernman merupakan seorang penyanyi opera.
Baca juga: Sosok Shinta Kamdani, Perempuan Asia Pertama yang Ditunjuk Jadi Ketua Forum B20
Sedangkan ayahnya, Svante Thunberg merupakan seorang aktor.
Ayah Greta Thunberg merupakan keturunan Svante Arrhenius, ilmuwan pencipta model efek rumah kaca.
Arrhenius pernah mendapat anugerah Nobel Prize for Chemistry pada 1903.
Meski ayahnya merupakan seorang ilmuwan lingkungan, Greta mengaku jika orang tuanya masih belum peduli terhadap isu tersebut.
Akhirnya, Greta sendiri yang memperkenalkan isu lingkungan dan krisis iklim kepada kedua orang tuanya.
Ia bahkan memaksa kedua orang tuanya menjadi vegetarian.
Idap Asperger's Syndrome
Kawan Puan, siapa sangka jika Greta mengidap Asperger's Syndrome.
Asperger's Syndrome merupakan sindrom perkembangan individu yang susah untuk berinteraksi sosial dan komunikasi non verbal.
Baca juga: Jadi Aktris Down Syndrome Pertama di Drama Korea, Inilah Sosok Jung Eun Hye
Meski orang-orang menganggap penyakitnya aneh, Greta justru merasa jika penyakitnya adalah kekuatan supernya.
Aksi protes Greta
Greta diketahui sudah menyuarakan isu lingkungan sejak usia anak-anak, yakni 8 tahun.
Ia mengaku bertanya-tanya mengapa orang tidak beraksi jika sudah tahu dampak krisis iklim dan lingkungan.
“Saya ingat saya berpikir bahwa ini sangat aneh. Kita bisa mengubah seluruh wajah Bumi dan atmosfer yang menjadi rumah kita. Oleh karena kita bisa melakukan ini, kenapa tidak ada yang peduli?," ujar Greta dikutip dari wawancaranya dengan guardian yang tayang di Kompas.com.
Selain itu, Greta juga pernah memenangkan kompetisi esay tentang perubahan iklim di koran lokal pada Mei 2018.
Tiga bulan kemudian, ia mulai melakukan demonstrasi di depan Gedung Parlemen Swedia.
Ia mengancam untuk tidak berhenti sampai pemerintah Swedia mengeluarkan keputusan mengenai target pengurangan emisi karbon, sesuai dengan Paris Agreement tahun 2015.
Aksi Greta menjadi transnasional
Baca juga: Dian Wanni, Upaya dan Harapan untuk Dukung Sesama Perempuan di Lingkungan Kerja
Aksi berani Greta kemudian menjadi aksi transnasional yang menyebar di berbagai penjuru dunia.
Beberapa aksi serupa juga dilakukan oleh remaja-remaja di berbagai negara lewat pesan dalam tagar #FridaysForFuture.
Bahkan lebih dari 20.000 siswa di berbagai belahan dunia mengikuti jejak Greta sebagai aktivis lingkungan.
Termasuk siswa di Australia, Inggris Raya, Belgia, AS, dan Jepang.
Nah demikian tadi sosok Greta Thunberg yang namanya dikenal dunia lewat aksi aktivismenya.
Sungguh inspiratif ya!(*)