Penipuan Pig Butchering Mengintai, Begini Cara Mengenali Modusnya

Ardela Nabila - Rabu, 12 Oktober 2022
Cara mengenali modus penipuan pig butchering.
Cara mengenali modus penipuan pig butchering. wenjin chen

Parapuan.co - Belakangan ini ramai penipuan kripto dengan skema pig butchering yang dilakukan dengan metode rekayasa sosial di dunia kripto.

Para penipu pig butchering beraksi dengan mengiming-imingi investor keuntungan berlipat dari investasi kripto yang ditanamkannya.

Secara harfiah, pig butchering sendiri berarti penyembelihan babi atau potong babi, yang umum dipakai dalam istilah peternakan untuk menggambarkan teknik penggemukan babi sebelum disembelih.

Dalam kasus penipuan kripto, melansir Kompas.com, pig butchering berarti korban dibuat merasa mendapatkan keuntungan besar terlebih dahulu sebelum dipotong atau dikuras uangnya.

Nantinya, karena merasa mendapatkan keuntungan besar, korban akan diajak untuk berinvestasi lebih banyak dengan iming-iming keuntungan berkali lipat.

Akan tetapi, pada satu titik tertentu, investor tersebut akan ditipu dan kehilangan seluruh dana yang telah diinvestasikan.

Cara Mengenali Modus Penipuan Pig Butchering

Pig butchering scam merupakan penipuan yang tak hanya terorganisir, tetapi juga sangat sistematis.

Oleh sebab itu, agar lebih waspada dengan penipuan yang tengah mengintai ini, yuk kenali modus dan cara kerjanya berikut ini agar kamu lebih waspada.

Baca Juga: Waspadai Penipuan Pig Butchering, Satu Perempuan Indonesia Jadi Korban Rugi Ratusan Juta

1. Membuat Identitas Palsu yang Tampak Meyakinkan

Penipu pig butchering biasanya akan memulai aksinya dengan membuat identitas online palsu.

Mereka akan membangun pesona sebagai seseorang yang hidup dengan kemewahan dan memiliki banyak foto memikat untuk menarik korbannya.

2. Memulai Kontak dengan Target

Ia kemudian akan mengirim pesan ke orang-orang melalui jejaring sosial ataupun situs kencan.

Perlu diingat bahwa penipu dengan skema pig butchering mungkin menggunakan WhatsApp atau layanan pesan lainnya dan berpura-pura menghubungi nomor yang salah saat menemukan target.

3. Mendapatkan Kepercayaan dari Target

Untuk mendapatkan kepercayaan dari target, mereka akan memulai percakapan dengan calon korbannya.

Para penipu tersebut kerap memulai obrolannya secara ramah dan membahas kehidupan, pekerjaan, hingga keluarga.

Baca Juga: Pasar Kripto sedang Alami Krisis, Pakar Sarankan Investor Lakukan Ini

Mereka akan mengarang detail tentang kehidupan mereka dan membuat “nasibnya” seolah mirip dengan korban.

Hal ini dilakukan karena tak sedikit orang yang akan merasa lebih dekat dengan seseorang yang dirasa senasib dengannya.

4. Mengajak Target Investasi Kripto

Setelah berhasil menarik perhatian calon korban, penipu selanjutnya mulai mengangkat diskusi mengenai investasi kripto dan menceritakan keberhasilannya sendiri.

Sebagai contoh, mereka akan membagikan tangkapan layar dari akun investasi kripto dengan angka yang sangat fantastis.

Ia kemudian akan meyakinkan target untuk membuka akun investasi di platform yang sama dengan penipu, yaitu platform palsu yang sudah disiapkan terlebih dahulu untuk melancarkan aksinya.

Korban yang telah berhasil dibujuk akan dibuat percaya seolah-olah investasi yang ditanamkannya sukses mendatangkan keuntungan.

Cara yang dilakukan adalah korban diajak mengunjungi platform investasi palsu tersebut dan melihat bahwa investasinya telah mendatangkan keuntungan besar.

5. Membuktikan bahwa Investasi Kripto Sah

Baca Juga: Ini Alasan Investasi Saham dan Aset Kripto Tak Selamanya Menguntungkan

Pada satu titik, ketika korban ingin menarik investasinya, penipu kemudian akan membiarkan korban menarik investasinya satu sampai dua kali.

Cara ini dilakukan untuk meyakinkan korban bahwa investasi tersebut sah, dapat dipercaya, dan bisa ditarik kapan saja.

Usai mendapatkan kepercayaannya, korban kemudian akan dibujuk untuk menginvestasikan lebih banyak lagi uangnya melalui platform tersebut.

Penipu juga akan meminta korban untuk menahan uangnya agar bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi.

Tak hanya itu, korban juga akan dieksploitasi secara emosional dan diberikan jaminan bahwa investasi yang dilakukannya bebas risiko, sehingga target akan melakukan apapun untuk kembali berinvestasi.

6. Memutuskan Hubungan dengan Korban

Apabila target sudah mencapai batas dan tak lagi ingin menyetor lebih banyak dana, mereka akan memutus hubungan serta komunikasi dengan korban.

Dengan begitu, korban tidak bisa menarik kembali uang yang sudah diinvestasikan tadi.

Baca Juga: Perbandingan Nilai Mata Uang Kripto dari Tertinggi hingga Terendah

Adapun skenario lainnya di mana investasi korban dibuat seolah-olah rugi besar dan seluruh uang yang diinvestasikannya hilang begitu saja, padahal uang tersebut sudah masuk ke rekening penipu.

Para penipu pig butchering juga sering memanipulasi korban dengan mengatakan mereka memiliki solusi agar uang tersebut hilang.

Mereka biasanya akan meminta korban untuk memberikan sejumlah uang yang disebut-sebut dibutuhkan untuk menyelesaikan pembayaran pajak hingga biaya transaksi lainnya.

Tentunya setelah mengeluarkan sejumlah uang tambahan lagi, korban tidak akan mendapatkan kembali uang investasinya.

Saat korban sudah menyadari bahwa dirinya ditipu, scammer pig butchering akan menghilang dan menghentikan platform investasi kripto palsu yang dipakainya.

Ia kemudian akan membuat platform baru dan memulai lagi aksinya dengan mencari target lainnya.

Itu tadi modus yang dilakukan oleh para penipu pig butchering yang belakangan ini marak terjadi dan dapat menyebabkan kerugian hingga ratusan juta. (*)

Sumber: Kompas.com
Penulis:
Editor: Dinia Adrianjara


REKOMENDASI HARI INI

Penipuan Pig Butchering Mengintai, Begini Cara Mengenali Modusnya