Pembuatan kain Endek ini bisa dijumpai di sejumlah wilayah di Bali, seperti Kebupaten Karangasem, Klungkung, Buleleng, dan Denpasar.
Hal yang membedakannya dengan kain batik adalah kain Endek boleh dipakai oleh masyarakat umum tanpa ada aturan pemakaian khusus.
Motif Kain Endek
Masing-masing daerah di Pulau Bali memiliki motif dan ciri khas kain Endek tersendiri.
Sebagai contoh, daerah Karangasem memiliki motif Endek Sidemen, lalu daerah Tenganan mempunyai kain berwarna cokelat tanah.
Sedangkan kawasan Pulau Nusa Penida memiliki warna kain yang cerah.
Sementara untuk motif, kain Endek umumnya bertemakan flora, fauna, dan pemandangan.
Kain Endek dapat digunakan untuk pakaian, atasan, bawahan atau tas, selama motifnya tidak dianggap suci seperti motif Dewa atau huruf-huruf suci.
Akan tetapi, motif suci sendiri juga jarang ditemukan, karena biasanya pengrajin hanya membuatnya saat ada pesanan khusus untuk dipajang atau digunakan di tempat suci.
Baca Juga: Dorong Pemulihan Ekonomi yang Inklusif, B20 Summit Rilis B20 Communique