Diketahui, kejadian dugaan pelecehan sendiri telah terjadi sejak Januari atau Februari 2022.
Hal itu dijelaskan oleh Kasi Humas dan Protokoler Universitas Andalas, Benny Amir.
"Kasus ini diketahui sekitar bulan Januari atau Februari tahun 2022," terangnya.
Pihak kampus sendiri telah mulai menangani kasus sejak Oktober 2022 lewat Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unand.
Setelah kasus ditangani, kini terduga pelaku telah dinonaktifkan dan tidak mengajar di Universitas Andalas.
Baca Juga: Viral di Twitter, Ini Kronologi Penumpang Perempuan Alami 2 Kali Pelecehan Seksual di KRL
(*)