Parapuan.co - Sebuah unggahan video baru saja viral di TikTok, yang mana seorang perempuan menunjukkan jari jempolnya yang harus diamputasi.
Akun TikTok @lanalovessushi memaparkan pada video tersebut bahwa ia mengabaikan saran dari ahli kuku untuk tidak memotong kutikula.
Dalam video yang sebelumnya pernah diunggahnya, saat melakukan manikur gel di rumah sendiri, ia pun memotong kutikulanya yang justru menyebabkan jempolnya merah dan membengkak parah di sekitar kuku.
Kondisi jarinya yang tidak kunjung membaik itupun membuatnya harus pergi ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut.
Dan nahas, dalam video yang viral di TikTok tersebut ia menunjukkan jari jempolnya yang harus diamputasi.
@lanalovessushi #stitch with @L #paronychia #felon ♬ Escapism. - Super Sped Up - RAYE
Video yang sudah disukai sebanyak 1,5 juta kali tersebut pun dipenuhi oleh komentar yang beragam.
Akun @fenparson mengomentari bahwa hal buruk ini terjadi akibat penggunaan alat manikur gel yang tidak bersih dan pemotongan jaringan hidup (living tissue) pada kutikula kita.
Sementara akun @vintageskye1692 yang mengaku sebagai teknisi kuku berlisensi mengatakan bahwa banyak orang kerap salah mengira jaringan hidup sebagai kutikula.
Selain itu, mengomentari video yang populer di TikTok, akun @nailedbymochi berujar bahwa eponychium yang berperan penting untuk mencegah bakteri sering disalahartikan sebagai kutikula.
Baca Juga: Ini 5 Kesalahan saat Manikur Sendiri di Rumah yang Buat Kuku Jadi Tidak Cantik
Belajar dari kasus yang viral di TikTok tersebut, perlu kita pahami bahwa sebenarnya kutikula tidak perlu dipotong.
Hal tersebut juga disarankan oleh American Academy of Dermatology yang menyampaikan untuk tidak memotong kutikula sendiri di rumah atau secara profesional.
Melansir Yahoo News, kutikula berperan penting dalam membantu melindungi kuku dari infeksi, sehingga jika kita memotongnya justru akan membuat kita lebih rentan terhadap bakteri dan kuman berbahaya.
Apabila kutikula kita terjadi infeksi maka bisa terjadi paronychia dengan gejala-gejala yang beragam, seperti melansir dari Healthline:
- Kemerahan pada kulit di sekitar kuku
- Kutikula menjadi terlalu lembut
- Kulit sekitar kuku melepuh berisi nanah
- Perubahan bentuk, warna, atau tekstur kuku
- Kuku lepas
Baca Juga: Saat Kerja Kuku Tak Boleh Berwarna? Ini Cara Hapus Kutek Tanpa Aseton
Pada kasus paronychia yang ringan biasanya dapat diobati di rumah.
Sementara itu dokter akan meresepkan obat antibiotik atau antijamur untuk kasus yang lebih serius.
Namun jika terjadi paronychia kronis, maka risiko yang dihadapi bisa sangat serius, seperti yang terjadi pada akun @lanalovessushi.
Lantas bagaimana jika kutikula kita sudah terlanjur rusak? Perawatan apa yang bisa dilakukan untuk menyehatkan kembali kutikula?
Perlu dipahami bahwa kulit di area sekitar alas kuku sangat halus, sehingga kutikula rentan retak atau terkelupas.
Maka untuk merawatnya, Kawan Puan bisa menggunakan cuticle oil atau pelembap untuk melembapkannya.
Kamu juga bisa mengoleskan petroleum jelly semalaman untuk menenangkan kutikula yang rusak.
Kemudian hindari juga untuk memotong atau menarik kutikula sembarangan.
Jika kamu memiliki hangnail, gunting dengan sangat hati-hati dan jangan merobek atau menggigitnya.
Baca Juga: Selain Melembapkan Kuku, Kumi x Carissa Nails Hadirkan Nail Oil dengan Aroma Mewah
Selain itu, batasi juga penggunaan cat kuku dan penghapus kuku dengan kandungan bahan yang keras.
Gunakanlah produk dengan formula bebas aseton untuk penghapus cat kuku.
Itu dia bahaya yang mungkin terjadi dari memotong kutikula sembarangan seperti yang sedang viral di TikTok.
Jadi alih-alih memotongnya, sebaiknya kita merawatnya secara alami yah Kawan Puan.
(*)