Parapuan.co - Hip dysplasia jadi masalah pada sendi yang sedang viral di TikTok.
Kondisi hip dysplasia yang viral di TikTok ini dialami oleh anak kedua aktris Acha Sinaga dengan akun @acha.sinaga.
Berdasarkan video viral di TikTok tersebut, selaku ibu, Acha Sinaga menyatakan kondisi hip dysplasia ini harus segera ditangani.
Lantas, apa itu hip dysplasia?
Dilansir dari Cleveland Clinic, hip dysplasia atau displasia pinggul adalah suatu kondisi kesehatan yang terjadi ketika tulang di sendi pinggul tidak menyatu dengan benar.
Hip dysplasia ini paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil, di mana kebanyakan orang dengan displasia pinggul dilahirkan dengan kondisi tersebut.
Penyakit ini bisa berkembang selama kehamilan jika posisi janin memberikan tekanan pada pinggulnya.
Selain itu, displasia pinggul juga bisa merupakan kondisi genetik yang diwariskan orang tua kandung kepada anak-anaknya.
Siapa pun dapat menderita displasia pinggul, dan bayi mana pun dapat dilahirkan dengan penyakit tersebut.
Baca Juga: Viral di TikTok Karsinogen yang Sebabkan Kanker, Ini Penjelasannya!
Displasia pinggul dapat memengaruhi pinggul mana pun, tetapi lebih sering terjadi pada sisi kiri.
Gejala Displasia Pinggul
Gejala displasia pinggul yang paling umum meliputi:
- Nyeri pinggul (biasanya di bagian depan selangkangan)
- Merasa pinggul kendur atau tidak stabil
- Pincang saat berjalan atau bergerak
- Memiliki kaki yang panjangnya berbeda-beda.
Bayi yang lahir dengan displasia pinggul dan belum cukup umur untuk berjalan mungkin memiliki gejala displasia pinggul yang berbeda, seperti:
Baca Juga: Semarang Viral di TikTok, Ini Tips Menjaga Kesehatan saat Cuaca Panas
- Memiliki satu kaki yang lebih menonjol (menjauh dari bagian tengah tubuhnya) dibandingkan kaki lainnya
- Menggerakkan satu kaki lebih sedikit dibandingkan kaki lainnya
- Kulit tidak rata atau berkerut di sekitar paha dan bokong (pantat).
Cara Mengatasi Displasia Pinggul
Perawatan displasia pinggul yang paling umum meliputi:
- Mengenakan brace atau penyangga, biasanya dikenakan pada bayi untuk menahan pinggulnya.
Alat ini akan menjaga persendian tetap sejajar saat tubuh bayi tubuh dan berkembang.
Biasanya anak memerlukan penyangga untuk memperbaiki displasia, terutama jika mereka memulai pengobatan saat berusia kurang dari enam bulan.
- Seorang ahli terapi fisik akan memberi pasien peregangan dan latihan untuk memperkuat otot-otot di sekitar sendi pinggul dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.
- Penyedia layanan kesehatan mungkin juga merekomendasikan operasi jika pengobatan lain tidak berhasil.
Prosedur yang paling umum untuk memperbaiki displasia pinggul adalah osteotomi pinggul dan artroskopi pinggul.
Osteotomi adalah operasi untuk menyelaraskan dan membentuk kembali tulang pasien.
Sedangkan artroskopi pinggul adalah teknik invasif minimal untuk memperbaiki kerusakan di dalam sendi pinggul.
Itu dia berbagai hal mengenai hip dysplasia, segera periksakan jika orang terdekatmu mengalami kondisi ini.
Baca Juga: Viral di TikTok Mahasiswa Baru Dapat Makanan Basi, Lakukan Pertolongan Pertama Ini
(*)