Bibir hingga Dagu Melepuh, Kenali Penyakit Herpes Oral pada Anak dan Cara Mengatasinya

Arintha Widya - Rabu, 4 Desember 2024
Mengenali herpes oral pada anak dan cara mengatasinya.
Mengenali herpes oral pada anak dan cara mengatasinya. Anetlanda

Parapuan.co - Kawan Puan, ada berbagai jenis penyakit herpes yang salah satunya rentan dialami oleh anak-anak, yaitu herpes oral.

Herpes oral ditandai dengan munculnya bintik-bintik melepuh di area dekat bibir/mulut, hidung, dagu, hingga ke bagian leher.

Kondisi ini tentu membuat si kecil tidak nyaman karena kulit terasa gatal, dan akan terasa sakit bila bagian yang melepuh digaruk.

Lantas, bagaimana mengatasinya? Kenali dulu apa itu herpes oral dan langkah penanangannya seperti melansir Healthy Children di bawah ini!

Apa Itu Herpes Oral?

Cold sores (juga dikenal sebagai luka demam atau herpes oral) adalah lepuhan kecil yang biasanya muncul di sekitar bibir dan mulut.

Terkadang, lepuhan akibat herpes oral juga bisa muncul di dagu, pipi, atau hidung.

Dalam beberapa hari, lepuhan tersebut akan pecah, mengeluarkan cairan, kemudian mengering dan sembuh dalam waktu satu hingga dua minggu.

Meskipun disebut cold sores, penyakit herpes oral sebenarnya tidak ada hubungannya dengan pilek.

Baca Juga: Apa Itu Herpes Zoster? Penyakit Cacar Ular yang Sering Dikira Jerawat

Pada anak-anak, kondisi ini biasanya disebabkan oleh herpes simplex virus tipe 1 (HSV-1).

Sebagian besar anak pertama kali terpapar HSV pada usia 1–5 tahun. Meskipun tidak nyaman, virus ini umumnya tidak berbahaya.

Bagaimana Herpes Oral Menyebar?

Herpes oral sangat menular dan dapat menyebar melalui air liur, kontak kulit, atau menyentuh benda yang telah terkontaminasi oleh virus, seperti mainan atau peralatan makan.

Pada infeksi pertama, lepuhan sering kali menyebar ke mulut dan gusi, disertai gejala seperti demam, pembengkakan kelenjar getah bening, iritabilitas, hingga air liur yang berlebihan.

Namun, gejala ini bisa sangat ringan sehingga sulit dideteksi dan sering kali kurang bisa disadari kemunculannya.

Infeksi HSV pada bayi di bawah enam bulan perlu diwaspadai karena sistem imun mereka belum sepenuhnya berkembang.

Oleh karena itu, hindari mencium bayi jika kamu sedang mengalami herpes oral.

Mengapa Herpes Oral Bisa Kembali?

Baca Juga: Ini Dua Jenis Vaksin Polio yang Bisa Lindungi Nyawa Anak, Apa Saja?

Setelah infeksi pertama, virus HSV tetap berada di dalam tubuh anak, bersembunyi di dalam sel saraf tanpa menyebabkan gejala.

Virus ini bisa aktif kembali sewaktu-waktu, terutama ketika anak mengalami kelelahan, stres, atau gangguan pada sistem imun.

Beberapa pemicu umum herpes oral kambuh meliputi:

  • Kelelahan dan stres.
  • Paparan sinar matahari, panas, atau cuaca ekstrem.
  • Cedera atau iritasi pada kulit.
  • Penyakit seperti flu atau pilek.
  • Kekurangan cairan atau pola makan buruk.

Cara Mengatasi Cold Sores pada Anak

Meskipun tidak ada obat untuk herpes, beberapa langkah berikut bisa membantu mengurangi rasa tidak nyaman dan mencegah penyebarannya:

1. Menghentikan Penyebaran Virus

  • Hindari anak menggaruk atau memencet lepuhan.
  • Cuci tangan anak secara rutin dan bersihkan mainan mereka.
  • Jangan berbagi peralatan makan, handuk, atau sikat gigi selama infeksi aktif.
  • Anak yang terlibat dalam olahraga kontak fisik sebaiknya tidak bermain saat sedang mengalami herpes oral.

2. Mengurangi Ketidaknyamanan

  • Kompres dingin atau hangat pada lepuhan untuk meredakan nyeri.
  • Berikan makanan dingin atau lembut seperti smoothie untuk menghindari dehidrasi dan iritasi.
  • Hindari makanan asam seperti jeruk atau tomat selama lepuhan aktif.
  • Jika anak merasa sangat kesakitan, konsultasikan dengan dokter mengenai pemberian obat pereda nyeri atau krim antivirus.

3. Menghindari Pemicu

  • Gunakan pelembap kulit atau lip balm dengan tabir surya sebelum keluar rumah.
  • Pastikan anak mendapatkan cukup tidur, makanan bergizi, dan waktu untuk bersantai.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Baca Juga: Kenali RSV, Penyakit Pernapasan pada Bayi yang Viral di TikTok

Tanpa perlu panik, berikut hal-hal yang harus kamu waspadai sebelum berkonsultasi atau membawa anak ke dokter:

- Herpes oral yang dialami merupakan infeksi pertama pada anak.

- Lepuhan muncul dekat mata, karena dapat menyebabkan infeksi serius pada kornea.

- Anak mengalami sakit kepala, kebingungan, atau demam tinggi selama kondisi herpes oral menyerang.

- Luka tidak sembuh dalam waktu 7–10 hari.

- Anak mengalami lebih dari lima kali wabah dalam setahun.

Sebagai orang tua, edukasi dan pencegahan adalah kunci. Menjaga kebersihan, mengenali tanda-tanda infeksi, dan memberikan perawatan yang sesuai dapat membantu anak melewati masa infeksi dengan lebih nyaman.

Ingatlah, meskipun herpes simplex virus tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dari tubuh, dengan perawatan yang tepat, gejalanya dapat diminimalkan dan kekambuhannya dapat dicegah.

Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat dan menambah wawasan, ya.

Baca Juga: Cacar Monyet Kembali Merebak, Siapa Saja yang Bisa Terjangkit Virus Mpox?

(*)

Sumber: Healthy Children
Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Sedang Musim dan Banyak Dijual, Ini Manfaat Tak Terduga Buah Srikaya