Parapuan.co - Ketika harga bahan pokok naik, terlebih di bulan Ramadan, banyak keluarga harus berpikir lebih cermat dalam mengelola pengeluaran sehari-hari.
Kita perlu pintar mengelola pengeluaran selama Ramadan, agar keuangan tetap stabil walau banyak harga bahan makanan yang naik.
Berikut ini cara cerdas untuk tetap berbelanja dengan bijak meskipun harga bahan pokok melonjak seperti mengutip Investopedia!
1. Masak di Rumah
Makan di luar, terutama di restoran, bisa bikin boros. Sebagian besar hidangan di restoran dapat dibuat sendiri dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Bahkan, membuat kopi sendiri di rumah lebih hemat dibanding membelinya di kedai kopi.
2. Berbelanja dengan Rencana
Tanpa perencanaan, belanja bisa menjadi ajang pemborosan. Buatlah daftar belanja berdasarkan menu mingguan yang telah dirancang sebelumnya.
Dengan begitu, kamu hanya membeli barang yang benar-benar dibutuhkan dan menghindari pembelian impulsif.
Baca Juga: 5 Tips Belanja di Pasar Tanah Abang Jika Kamu Punya Ide Usaha Jastip Baju Lebaran
3. Fokus pada Kebutuhan, Bukan Kemasan
Toko sering kali menata barang agar pelanggan tergoda membeli lebih banyak. Barang dengan harga premium sering ditempatkan di tempat yang mudah terlihat.
Cobalah untuk lebih fokus pada daftar belanja dan jangan tergoda oleh tampilan menarik atau promosi besar-besaran.
4. Jangan Berbelanja Saat Lapar
Berbelanja dalam keadaan lapar bisa membuatmu tergoda untuk membeli makanan yang tidak perlu.
Pastikan perut kenyang sebelum masuk ke toko agar keputusan belanja lebih rasional.
5. Hindari Makanan Olahan dan Siap Saji
Makanan olahan atau siap saji memang praktis, tetapi harganya lebih mahal dibandingkan dengan bahan mentah.
Misalnya, membeli bahan untuk memasak ayam panggang lebih murah daripada membeli ayam panggang siap santap.
Baca Juga: Waktu Terbaik Berbelanja, Salah Satunya untuk Hindari Keramaian di Jam Sibuk
6. Kurangi Pembelian Air Kemasan
Jika kualitas air keran di rumah kurang baik, pertimbangkan untuk membeli alat penyaring air daripada terus-menerus membeli air kemasan yang mahal dan tidak ramah lingkungan.
7. Berbelanja Tanpa Anak
Anak-anak sering kali meminta jajanan atau mainan yang tidak masuk dalam daftar belanja.
Untuk menghindari pengeluaran tak terduga, sebaiknya berbelanja tanpa membawa anak kecil.
8. Beli dalam Jumlah Besar
Membeli dalam jumlah besar sering kali lebih ekonomis dibanding membeli dalam ukuran kecil.
Namun, pastikan barang yang dibeli dalam jumlah besar bisa disimpan dengan baik dan tidak mudah rusak.
9. Gunakan Kartu Member Toko
Baca Juga: Tips Belanja Saat Ada Bazaar agar Tetap Sesuai Budget dan Kebutuhan
Banyak supermarket menawarkan kartu anggota dengan berbagai diskon dan poin reward. Manfaatkan program ini untuk menghemat belanja bulanan.
10. Gunakan Kupon Diskon
Banyak toko atau merek menawarkan kupon diskon baik dalam bentuk fisik maupun digital.
Periksa website atau aplikasi toko favoritmu untuk mendapatkan potongan harga.
11. Pilih Produk Lokal
Produk lokal sering kali lebih murah karena tidak dikenai biaya distribusi yang tinggi. Berbelanja di pasar tradisional atau langsung dari petani dapat menghemat biaya.
12. Bandingkan Harga di Beberapa Toko
Jangan terpaku pada satu toko saja. Bandingkan harga antara supermarket, pasar tradisional, dan toko grosir untuk mendapatkan harga terbaik.
13. Hindari Produk di Bagian Promosi
Baca Juga: Panduan Membandingkan Harga Online dan Offline Saat Berbelanja, Lebih Hemat Mana?
Rak promosi di ujung lorong sering kali menampilkan produk dengan harga lebih mahal.
Jangan mudah tergiur dan bandingkan dengan produk sejenis di dalam lorong toko.
14. Manfaatkan Diskon dan Promo
Diskon bisa menjadi kesempatan untuk menghemat pengeluaran. Namun, pastikan barang yang dibeli memang diperlukan dan bukan sekadar karena tergiur potongan harga.
15. Perhatikan Diskon Produk Mendekati Kedaluwarsa
Banyak toko memberikan diskon untuk produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa.
Jika kamu bisa segera mengonsumsinya atau menyimpannya di freezer, ini bisa menjadi cara hemat yang baik.
16. Substitusi Bahan Masakan
Jika salah satu bahan pokok mahal, cari alternatif yang lebih murah. Misalnya, mengganti minyak zaitun dengan minyak kelapa atau mentega untuk keperluan memasak tertentu.
17. Pastikan Dapur Selalu Terisi
Baca Juga: Lebih Pintar Atur Uang, Ini 6 Tips Belanja di Momen Libur Akhir Tahun
Dapur yang terisi bahan makanan pokok akan membantu menghindari belanja mendadak dengan harga mahal.
Simpan stok bahan yang sering digunakan agar tidak perlu membeli dengan harga lebih tinggi di saat darurat.
18. Kurangi Frekuensi Belanja
Semakin sering berbelanja, semakin besar kemungkinan membeli barang yang tidak dibutuhkan.
Coba buat jadwal belanja mingguan atau bulanan untuk mengurangi pengeluaran impulsif.
19. Berbelanja di Waktu yang Tepat
Toko sering kali memberikan diskon khusus pada hari-hari tertentu. Berbelanja di waktu yang tepat, seperti di pagi atau malam hari, juga bisa membantu menghindari keramaian dan mempercepat proses belanja.
20. Gunakan Uang Tunai
Jika memungkinkan, bayarlah belanjaan dengan uang tunai agar lebih mudah mengontrol pengeluaran dan menghindari tagihan kartu kredit yang membengkak.
21. Cek Struk Belanja
Pastikan semua diskon, kupon, dan promosi sudah dihitung dengan benar di kasir. Kesalahan pemindaian bisa membuatmu membayar lebih dari yang seharusnya.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, kamu bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan dan tetap memenuhi kebutuhan rumah tangga meskipun harga bahan pokok naik. Selamat berbelanja cerdas!
Baca Juga: 10 Produk Wajib Beli Saat Belanja Akhir Pekan untuk Kebutuhan Mingguan
(*)