Parapuan.co - Meski sejumlah jenis kebaya sudah cukup dikenal baik, namun beberapa di antaranya masih banyak belum diketahui, salah satunya seperti Kebaya Noni. Maka untuk meningkatkan popularitasnya, kebaya jenis ini turut dipamerkan di Amerika Serikat.
Sebagai informasi, Kebaya Noni merupakan salah satu warisan budaya Sulawesi Utara. Sejak akhir abad 19 dan awal abad ke-20, Kebaya Noni mulai popüler di masyarakat Sulawesi Utara dan Maluku yang dibawa oleh para bangsawan dari Eropa.
Dengan membawa pengaruh renda yang dipadukan dengan kain katun khas Indonesia, muncullah Kebaya Noni yang elegan dengan warna putih yang menjadi pilihan favorit para perempuan bangsawan pada masa itu.
Itulah sebabnya Kebaya Noni memiliki ciri khas menggunakan renda dan tidak dibordir. Penggunaan renda pada kerah pun tersambung hingga bawah, keliling dan ujung lengan.
Hingga saat ini, Kebaya Noni dikembangkan dengan variasi penggunaan renda dua susun. Selain itu, Kebaya Noni khas Sulawesi Utara juga menggunakan aksesori hasil laut seperti kerang atau mutiara.
Melihat pesona Kebaya Noni yang elegan, salah satu warisan wastra nusantara ini pun turut diperkenalkan di luar negeri. Salah satunya melalui pertunjukkan fashion show di Amerika Serikat (AS) hingga Kanada.
Yaitu show Kebaya Noni dari Coreta Louise, yang ditampilkan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia New York (14/2/2025), Kebaya Heritage in Style di KJRI Toronto Kanada (22/2/2025), dan Indonesia Fashion Runaway, di Houston yang didukung KJRI Houston Texas Amerika Serikat (24/2/2025).
Acara ini turut dihadiri para diplomat maupun istri diplomat asing, pecinta fashion AS dan Kanada, serta Diaspora Indonesia.
Mereka mengaku sangat kagum dan terpesona dengan keindahan beragam Kebaya yang ditampilkan, baik itu klasik maupun modern style, dari Kebaya Noni by Coreta Louise maupun desainer Hengki Kawilarang.
Baca Juga: Gandeng Maudy Koesnaedi, Jenama Kebaya Lokal Ini Hadirkan Koleksi Bersahaja Nan Anggun
Ketua Umum Perkumpulan Pecinta Kebaya Noni Indonesia (PPKNI), Coreta Louise, akan terus berusaha mensosialisasikan, bahkan mengajak semua pihak agar bisa lebih mengetahui dan mengenal tentang Kebaya Noni.
Konjen RI untuk Toronto Asmarani Dyah mengatakan, kebaya merupakan perekat dan pengikat antara tradisi warisan budaya dengan gaya hidup masa kini.
/photo/2025/02/26/whatsapp-image-2025-02-25-at-09-20250226054101.jpg)
Berkebaya bagi seorang perempuan tidak saja untuk mengartikulasikan dirinya melalui pakaian.
Tapi juga memiliki pemahaman yang luas, mulai dari identitas, sampai wujud cinta bangsa. Sehingga selalu bangga dengan kebaya sebagai identitas bangsa.
Namun lebih dari itu, dengan dipamerkannya Kebaya Noni di luar negeri, diharapkan dapat mengenalkan kebaya yang memiliki jenis yang variatif dan keindahannya masing-masing.
(*)
Baca Juga: Simpel tapi Elegan, Ini 4 Jenis Kebaya untuk Perayaan 17 Agustus