Limbah Plastik Kian Mengkhawatirkan, Kini Kemasan Skincare Bisa Dikumpulkan

Citra Narada Putri - Rabu, 26 Februari 2025
Kemasan skincare.
Kemasan skincare. (Ridofranz/Getty Images)


Parapuan.co - Kondisi limbah sampah di Tanah Air semakin mengkhawatirkan karena dampaknya yang sangat besar bagi lingkungan dan masa depan kita. Melihat hal ini, mendorong perusahaan untuk menghadirkan solusi-solusi efektif yang bisa menyelamatkan lingkungan.  

Pasalnya, menurut data Sistem Pengolahan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tahun 2023, hingga 24 Juli 2024, timbunan sampah nasional yang tercatat dari 290 kabupaten/kota telah mencapai 31,9 juta ton. Dari total tersebut, 64,3% atau sekitar 20,5 juta ton berhasil terkelola, sementara 35,7% atau sekitar 11,4 juta ton masih belum terkelola dengan optimal.

Menyadari kondisi tersebut, Beiersdorf, perusahaan perawatan kulit global yang menaungi merek NIVEA dan Hansaplast, meluncurkan gerakan 'Peduli Diri, Peduli Lingkungan bersama Beiersdorf'. Inisiatif lokal ini, yang digagas di Indonesia, bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah, dengan harapan menciptakan perubahan signifikan yang berdampak positif bagi lingkungan.

Program ini sejalan dengan komitmen Beiersdorf global, yakni #WinWithCare, dalam mendorong terciptanya industri kosmetik dan alat kesehatan yang lebih ramah lingkungan. Lebih dari itu program ini sekaligus sebagai komitmen Beiersdorf Indonesia dalam pemenuhan kewajiban Tanggung Jawab Produsen Yang Diperluas (EPR) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

“Melalui peluncuran inisiatif Peduli Diri, Peduli Lingkungan bersama Beiersdorf, Beiersdorf hadirkan rangkaian solusi yang mudah diakses oleh masyarakat dalam mengelola dan mendaur ulang sampah. Didukung penuh oleh KLH RI, saat ini kami berkolaborasi dengan Rekosistem dalam mengintegrasikan kegiatan setor kemasan Beiersdorf dengan Waste Stations di beberapa lokasi strategis, melalui aplikasi mobile yang memudahkan bagi para konsumen mengakses daur ulang,” tutur Mohamed Mehdi Ben Messaoud, Presiden Direktur Beiersdorf Indonesia.

Beiersdorf ajak pelanggan untuk mengumpulkan kemasan kosong skincare.
Beiersdorf ajak pelanggan untuk mengumpulkan kemasan kosong skincare. (Beiersdorf)

Upaya kolektif ini, lanjut Mehdi, merupakan bagian dari langkah Beiersdorf menjalankan komitmen berkelanjutan. Hal ini pun sejalan dengan komitmen Beiersdorf yang telah berjalan dalam mencapai tujuan keberlanjutan, di antaranya:

- Program kemasan tutup deodoran dari material daur ulang,

- Pengelolaan serta pengurangan limbah dan CO2 di pabrik Beiersdorf untuk memenuhi komitmen Sustainability in Manufacturing (SIM),

Baca Juga: Jadi Si Paling Sustainable di 2025, Apa Itu Sustainability dan Cara Menerapkannya



REKOMENDASI HARI INI

Limbah Plastik Kian Mengkhawatirkan, Kini Kemasan Skincare Bisa Dikumpulkan