Parapuan.co - Di balik glamorama pertunjukkan mode di kancah internasional, ternyata ada kiprah seorang perempuan Indonesia yang inspiratif. Yaitu Dina Barber Aka Eski, Founder Indonesia Now yang merupakan group show khusus fashion Indonesia di ajang fashion week internasional.
Selain itu, perempuan yang akrab dipanggil Eski ini juga bekerja di balik layar fashion show brand dan desainer ternama Amerika Serikat, seperti Juzui by Taoray Wang dan Christian Cowan. Adapun New York menjadi kota pembuka pertama fashion week.
Warga Indonesia yang tinggal di New York, AS ini mendapatkan kesempatan bekerja untuk agency fashion seperti Riviere Agency. Ini adalah sebuah PR dan fashion production house di New York.
Pada musim dingin ini, Eski bertanggung jawab pada backstage fashion show Juzui by Tao Ray Wang dan Christian Cowan.Kedua fashion show ini dihadiri oleh banyak selebritas internasional dan fashion enthusiast.
Misalnya seperti fashion show Juzui yang menggunakan Maye Musk, ibu dari Elon Musk, sebagai Muse dan modelnya. Sementara fashion show desainer Christian Cowan dihadiri selebritas seperti Sam Smith, Kesya, supermodel Coco Rocha dan lain-lain.
Kiprah di Industri Fashion
Eski telah berkecimpung di dunia mode sejak tahun 2009. Ia meniti karier di Indonesia sebagai penata busana untuk media nasional dan selebritas. Beberapa kliennya di Indonesia antara lain Vicky Shu, Fitri Carlina, Dewi Persik, Aura Kasih, Indah Dewi Pertiwi, dan masih banyak lagi.
Kemudian pada tahun 2014, ia mulai mengembangkan sayapnya di industri fashion. Yaitu dengan mulai memperkenalkan fashion Indonesia ke Hong Kong hingga Eropa.
Sedangkan pada 2015, ia menginjakan kaki di Amerika Serikat, yang mana sejak itu Eski mulai pulang pergi antara Indonesia dan New York.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Ajang Mode, PRIVE Hadirkan Interior Elegan di JFW 2025
Hal ini ia lakukan untuk memperkenalkan fashion Indonesia di kancah internasional, yang mana New York dianggapnya sebagai kota yang tepat untuk memulai misinya.
Untuk bisa sampai ke titik tersebut, bukanlah perjalanan yang mudah bagi Eski.
Dibutuhkan perjalanan panjang untuk akhirnya bisa mendapatkan kesempatan berkenalan dengan banyak orang di industri fashion, terutamanya memperkenalkan mode Indonesia ke kancah yang lebih luas.
Bukannya tanpa alasan, menurut Eski, orang Indonesia di New York tidak terlalu banyak, seperti dari negara Asia lain.
Maka usaha yang dilakukan untuk memperkenalkan Indonesia harus secara sabar dan bertahap.
Namun yang menurutnya paling penting adalah diaspora Indonesia yang ada di New York harus bersatu mempromosikan Indonesia.
Dari mulai kuliner, budaya, musik dan fashion, sehingga dengan demikian maka roda ekonomi diaspora Indonesia sendiri juga akan berputar dan sejahtera.
"Harapannya adalah akan lebih banyak lagi orang Indonesia yang bisa membuka bisnis di New York dan menjadi perwakilan atau duta bangsa di Amerika," kata Eski.
(*)
Baca Juga: Wujudkan Indonesia Jadi Kiblat Modest Fashion, JMFW 2025 Siap Diadakan