Parapuan.co - Kurma menjadi buah yang identik dengan bulan Ramadan karena dianjurkan sebagai menu berbuka puasa. Sayangnya, ada beberapa golongan yang sebaiknya membatasi konsumsi kurma.
Buah dengan cita rasa manis ini mengandung berbagai nutrisi penting yang baik untuk kesehatan tubuh. Misalnya, menurunkan risiko penyakit jantung dan mencegah anemia.
Di Indonesia sendiri ada dua jenis kurma yang cukup banyak diminati, yakni kurma sukari dan kurma ajwa. Sekilas, kedua kurma tersebut terlihat sama. Tetapi apabila diperhatikan lebih detail, kurma sukari memiliki warna cokelat muda sementara ajwa lebih kehitaman.
Meskipun kurma baik dikonsumsi dan kaya manfaat kesehatan, beberapa golongan ini rupanya tidak dianjurkan mengonsumsi kurma dalam jumlah yang banyak. Golongan tersebut adalah orang-orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Sementara merujuk dari laman Kompas.com, berikut golongan yang sebaiknya membatasi konsumsi kurma, yakni:
Kurma yang dikonsumsi dalam jumlah sedang tidak meningkatkan gula darah dengan cepat. Meski demikian, penderita diabetes harus membatasi asupan kurma harian, cukup sebanyak 3-5 buah untuk mencegah lonjakan gula darah.
Emi Yunir, seorang dokter penyakit dalam spesialis endokrin, metabolik, dan diabetes, menyebut bahwa satu kurma mengandung 70 persen gula. Perlu diketahui bahwa satu gram gula setara dengan empat kalori, maka 100 gram gula atau kurang lebih 10-13 butir kurma mengandung hampir 400 kalori.
Ketika penderita diabetes mengonsumsi kurma terlalu banyak, bukan tidak mungkin jika kondisi kesehatannya akan terganggu.
Baca Juga: Ingin Puasa Ramadan Lancar Tanpa Gangguan Pencernaan? Ini Tipsnya