Resign setelah Terima THR, Apakah Keputusan Keuanganmu Sudah Tepat?

Arintha Widya - Rabu, 5 Maret 2025
Pertimbangan sebelum resign usai menerima THR agar keuangan tetap aman.
Pertimbangan sebelum resign usai menerima THR agar keuangan tetap aman. Dacharlie

Parapuan.co - Bagi banyak pekerja, momen setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR) sering menjadi waktu yang menggoda untuk mengajukan resign. Salah satu alasannya barangkali karena merasa punya bekal keuangan sampai kembali mendapatkan pekerjaan.

Namun, sebaiknya Kawan Puan tidak gegabah apabila terpikir untuk resign setelah menerima THR. Sebelum benar-benar mengambil keputusan, ada beberapa pertimbangan keuangan yang harus kamu pikirkan menurut perencana keuangan Rista Zwestika.

Apa yang harus jadi pertimbanganmu sebelum resign usai terima THR? Simak uraian dari Rista Zwestika yang disampaikan melalui laman Instagram pribadinya berikut ini!

1. Apakah Penghasilanmu Masih Diperlukan untuk Tagihan?

Sebelum resign, cek kembali kondisi keuanganmu. Jika sebagian besar tagihan dan kebutuhan pokok masih bergantung pada gaji bulanan, keputusan untuk berhenti bekerja bisa berdampak besar. Terutama jika kamu masih memiliki cicilan yang berjalan.

Sebagai gambaran, jika total cicilanmu masih di angka 30 persen dari gaji, apakah resign benar-benar solusi yang tepat? Jika tidak ada sumber pendapatan lain yang bisa menutupi kebutuhan tersebut, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk keluar dari pekerjaan.

2. Bagaimana dengan Tanggungan Finansial?

Apakah kamu memiliki orang yang bergantung pada penghasilanmu? Jika bukan tulang punggung keluarga, mungkin pertimbangan ini tidak terlalu berat. Namun, bagi yang sudah berkeluarga atau menjadi penopang ekonomi keluarga, resign tanpa rencana matang bisa berisiko tinggi.

Pastikan ada strategi keuangan yang jelas sebelum mengambil keputusan ini. Kehilangan pendapatan utama tanpa ada pengganti yang stabil dapat menimbulkan masalah finansial bagi diri sendiri maupun keluarga.

Baca Juga: THR Masih Sisa? Ini 3 Alternatif Memanfaatkannya Agar Tidak Sia-Sia

3. Apakah Tabungan dan Dana Daruratmu Sudah Cukup?

Salah satu hal paling penting sebelum resign adalah memastikan tabungan dan dana darurat mencukupi. Jika belum memiliki tabungan yang cukup, sebaiknya tunda dulu keputusan resign dan fokus menabung lebih banyak.

Sebagai panduan, idealnya dana darurat yang dimiliki adalah:

  • 6 kali pengeluaran bulanan bagi yang masih lajang
  • 9-12 kali pengeluaran bulanan bagi yang sudah berkeluarga

Jika belum mencapai jumlah tersebut, lebih baik bertahan sebentar lagi sampai tabungan lebih aman untuk menopang kebutuhan saat tidak memiliki pemasukan tetap.

4. Apakah Sudah Punya Pekerjaan Pengganti?

Jika setelah resign kamu belum memiliki pekerjaan lain yang bisa menggantikan penghasilan sebelumnya, maka ada baiknya berpikir ulang. Banyak orang yang terjebak dalam euforia resign setelah mendapat THR, hanya untuk menyesal beberapa bulan kemudian karena kesulitan mencari pekerjaan baru.

Pastikan ada sumber penghasilan lain yang sudah siap sebelum benar-benar keluar dari pekerjaan. Ini bisa berupa pekerjaan baru, bisnis yang sudah stabil, atau sumber pendapatan pasif lainnya.

5. THR Bukan Jaminan Keamanan Finansial

Meskipun THR memberikan tambahan dana yang cukup besar, uang ini tidak akan bertahan lama jika tidak dikelola dengan baik. Gaji ke-13 dan insentif lainnya juga tidak bisa menjadi alasan untuk resign jika tidak ada perencanaan keuangan yang jelas.

THR sebaiknya dialokasikan dengan bijak, misalnya untuk menambah tabungan, melunasi utang, atau investasi. Jika hanya digunakan untuk konsumsi tanpa ada rencana keuangan yang matang, maka resign setelah mendapatkan THR bisa menjadi keputusan yang kurang bijak.

Baca Juga: Kapan THR 2025 untuk Pegawai Swasta Cair? Perempuan Wajib Tahu

(*)

Sumber: Instagram
Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Bagaimana Memilih Nama Bayi yang Tepat? Hindari Terlalu Panjang