Parapuan.co - Kawan Puan, sebagian orang memilih investasi syariah untuk mencapai financial freedom bukan karena tren semata. Bagi mereka, investasi syariah juga bagian dari gaya hidup, terutama untuk orang Islam.
Namun, mencapai financial freedom dengan prinsip syariah juga tidak mudah. Maka itu, perencana keuangan Rista Zwestika membagikan kiat khusus investasi syariah melalui akun Instagram pribadinya. Yuk, simak!
Rista Zwestika menjelaskan, dalam berinvestasi ada tiga faktor utama yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Kondisi Keuangan – Menyesuaikan investasi dengan kemampuan finansial.
- Tujuan Keuangan – Memastikan investasi mendukung pencapaian financial freedom.
- Value atau Prinsip – Memilih investasi yang sejalan dengan keyakinan dan nilai yang diyakini.
Dengan menggabungkan ketiga aspek ini, seseorang dapat memilih produk investasi yang sesuai dengan kebutuhannya dan tetap konsisten dalam menjalankannya.
Mengapa Memilih Investasi Syariah?
Bagi yang menjadikan investasi sebagai bagian dari prinsip hidupnya, mereka tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tetapi juga keberkahan. Hal ini menjelaskan mengapa ada investor yang tetap memilih produk syariah meskipun imbal hasilnya lebih rendah dibandingkan produk konvensional.
Investasi syariah didasarkan pada prinsip-prinsip Islam yang meliputi:
- Bebas dari riba dan gharar (ketidakjelasan yang dapat merugikan salah satu pihak).
- Menghindari sektor yang bertentangan dengan prinsip Islam (misalnya industri alkohol, perjudian, dan lainnya).
- Menggunakan akad sesuai syariah, seperti Mudharabah (bagi hasil), Musyarakah (kerja sama), dan sebagainya.
Jika investasi syariah memberikan ketenangan dan kenyamanan, mengapa tidak memilihnya?
Tahapan Memulai Investasi Syariah
Baca Juga: Raih Financial Freedom di Tengah Biaya Hidup yang Tinggi dengan Investasi Digital Ini
Berinvestasi memerlukan strategi berdasarkan profil risiko dan tingkat pengalaman. Berikut adalah beberapa pilihan investasi syariah berdasarkan level investor:
1. Pemula - Low Risk, Low Return
Cocok bagi investor yang baru memulai dan mencari instrumen dengan risiko rendah.
a) Tabungan dan Deposito Syariah
- Pro: Bebas riba, dijamin LPS.
- Cons: Return lebih rendah, kurang optimal untuk jangka panjang.
- Tips: Pilih bank dengan nisbah bagi hasil yang kompetitif.
b) Reksadana Pasar Uang Syariah
- Pro: Likuiditas tinggi, risiko rendah, cocok untuk dana darurat.
- Cons: Return terbatas, ada biaya manajemen.
- Tips: Pilih manajer investasi dengan track record baik.
c) Sukuk Tabungan
- Pro: Dijamin pemerintah, return lebih tinggi dari deposito.
- Cons: Tidak bisa dicairkan sebelum jatuh tempo, kuota terbatas.
- Tips: Gunakan untuk tujuan jangka menengah (2-3 tahun).
2. Intermediate - Risiko dan Imbal Hasil Menengah
Bagi investor yang ingin return lebih tinggi dengan risiko yang lebih terukur.
a) Reksadana Saham Syariah
- Pro: Potensi return tinggi, sesuai prinsip syariah.
- Cons: Risiko fluktuatif, butuh waktu lebih lama untuk profit.
- Tips: Pilih reksadana dengan kinerja konsisten dalam 3-5 tahun terakhir.
Baca Juga: Pevita Pearce Beberkan Cara Raih Financial Freedom dengan Fitur dari Bank Digital Ini
b) Sukuk Ritel
- Pro: Dijamin pemerintah, return tetap.
- Cons: Tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo, kuota terbatas.
- Tips: Gunakan untuk investasi jangka menengah (3-5 tahun).
c) Emas Fisik dan Digital Syariah
- Pro: Melindungi nilai dari inflasi, mudah dicairkan.
- Cons: Butuh tempat penyimpanan aman, harga fluktuatif.
- Tips: Beli dari platform terpercaya seperti Pegadaian Syariah atau Antam.
3. Advanced - High Risk, High Return
Bagi investor yang sudah berpengalaman dan siap menghadapi risiko tinggi demi return optimal.
a) Saham Syariah Individu
- Pro: Potensi profit tinggi, masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).
- Cons: Butuh analisis mendalam, risiko tinggi.
- Tips: Gunakan analisis fundamental dan teknikal, pilih saham blue chip syariah.
b) P2P Lending Syariah
- Pro: Imbal hasil lebih tinggi dari deposito, bebas riba.
- Cons: Risiko gagal bayar, likuiditas rendah.
- Tips: Pilih platform P2P yang diawasi OJK.
c) Properti Syariah
- Pro: Aset nyata dengan potensi kenaikan harga, bisa disewakan.
- Cons: Modal besar, butuh waktu lama untuk untung.
- Tips: Pilih lokasi strategis dan pertimbangkan sewa jangka panjang.
Investasi Syariah dan Financial Freedom
Tujuan utama berinvestasi adalah mencapai financial freedom, yaitu kondisi keuangan yang memungkinkan seseorang hidup tanpa bergantung pada penghasilan aktif. Investasi syariah menjadi pilihan menarik bagi mereka yang ingin meraih kebebasan finansial tanpa mengorbankan nilai-nilai yang diyakini.
Dengan memilih produk investasi yang sesuai, mengelola risiko dengan bijak, dan tetap berpegang pada prinsip syariah, financial freedom bukan lagi sekadar impian, tetapi bisa menjadi kenyataan.
Baca Juga: 5 Tips Keuangan untuk Perempuan Kelas Menengah Demi Mencapai Financial Freedom
(*)