Parapuan.co - Setiap 2 April terdapat peringatan World Autism Awareness Day atau Hari Peduli Autisme Sedunia. Adanya peringatan Hari Peduli Autisme Sedunia ini bertujuan untuk mengakui dan menyebarkan hak-hak penyandang autisme.
Autismen merupakan gangguan perkembangan dan neurologis yang biasanya mulai tampak pada masa kanak-kanak, kemudian berlanjut hingga sepanjang hidupnya. Gangguan ini dapat memengaruhi berbagai aspek, mulai dari cara berinteraksi, berkomunikasi, hingga cara mereka belajar dengan orang lain.
Sebagai informasi, setiap anak menunjukkan gejala autisme yang cukup bervariasi. Misalnya, gangguan komunikasi seperti kesulitan berkomunikasi secara ekspresif dan repetitif atau gangguan emosional yang membuat mereka mudah marah dan tantrum.
Gejala autisme lainnya juga meliputi perilaku berulang, di mana penderitanya cenderung melakukan gerakan tertentu secara berulang seperti mengayun tangan atau memutar-mutarkan badan. Di sisi lain, masih banyak orang yang mengganggap bahwa autisme sama dengan down syndrome.
Padahal, kedua kelainan tersebut tidaklah sama dan memiliki perbedaan. Berikut PARAPUAN merangkum apa saja perbedaan autisme dan down syndrome selengkapnya!
Perbedaan Autisme dan Down Syndrome
Gangguan spektrum autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kelainan neurologis dan gangguan perkembangan yang memengaruhi cara berkomunikasi, belajar, juga perilaku seseorang.
Sementara itu down syndrome sendiri adalah kondisi genetik, dimana seseorang dilahirkan dengan jumlah kromosom lebih banyak dari normal. Pada orang normal, terdapat 23 pasang kromosom sehingga totalnya adalah 46 kromosom dalam setiap sel di tubuhnya.
Sedangkan pada penderita down syndrome, ada salinan ekstra kromosom 21 sehingga totalnya menjadi 47 kromosom. Penderita down syndrome biasanya memiliki IQ sedikit lebih rendah dan lambat dalam berbicara.
Baca Juga: Maskapai Pertama dengan Layanan Ramah Autisme, Misi Inklusivitas untuk Semua