Merujuk dari laman resmi Ciputra Medical Center, autisme dan down syndrome bersifat kompleks dan akan berlangsung seumur hidup pada penderitanya. Walaupun autisme dan down syndrome memiliki beberapa karakteristik yang sama, sesungguhnya keduanya berbeda.
Down syndrome adalah kondisi kelebihan kromosom yang muncul sejak awal perkembangan janin. Sedangkan, autisme adalah gangguan perkembangan saraf yang muncul pada anak usia dini.
Beberapa penderita down syndrome juga dapat menderita autisme dalam tahap perkembangannya. Dapat disimpulkan bahwa down syndrome tidak termasuk dalam autisme karena keduanya memiliki penyebab yang berbeda.
Perbedaan autisme dan down syndrome yang paling terlihat adalah penampilan fisiknya. Autisme tidak memengaruhi penampilan fisik penderita, sedangkan down syndrome dapat memunculkan ciri-ciri fisik yang sangat berbeda dari orang normal. Perbedaan lainnya adalah:
1. Penderita down syndrome memiliki kesulitan berkomunikasi, namun seringkali ramah dan senang bersosialisasi. Sedangkan, penderita autis mungkin lebih suka menyendiri dan tidak suka bersosialisasi.
2. Penderita down syndrome cenderung meniru dan bermain-main dengan orang lain atau teman sebayanya. Sedangkan, penderita autis cenderung mengabaikan orang lain atau teman sebayanya.
3. Penderita down syndrome cenderung mengembangkan bahasa lebih, seperti anak-anak neurotipikal. Sedangkan, penderita autis mengalami gangguan perkembangan bahasa dengan kemampuan komunikasi yang sedikit lebih lambat.
Bisa disimpulkan bahwa meski autisme dan down syndrome memiliki ciri yang hampir sama, namun keduanya tetap berbeda. Perbedaan autisme dan down syndrome yang paling menonjol adalah secara fisik, di mana penderita down syndrome memiliki keunikan fisik dibanding lainnya.
Selain itu, penyebab dari keduanya juga berbeda, maka dari itu intervensi dan dukungan klinis yang dilakukan juga akan berbeda.
Baca Juga: Tingkatkan Keterampilan Anak dengan Autisme, Ini Pusat Terapi Sensori Integrasi
(*)