Parapuan.co - Autism Spectrum Disorder (ASD) atau austime adalah gangguan perkembangan otak dan saraf yang dapat memengaruhi perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Autisme sendiri merupakan kelainan kompleks yang mencakup berbagai aspek seperti bahasa, sosial, dan komunikasi verbal maupun non verbal.
Autisme bisa didiagnosus pada siapa pun namun, anak laki-laki memiliko risiko yang cukup besar dibandingkan anak perempuan. Di sisi lain, hal ini justru juga menyebabkan anak perempuan terlambat terdiagnosis autisme.
Psikolog Meagan Adley, PsyD menjelaskan beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab mengapa gejala autisme pada anak perempuan sering diabaikan. "Siapa pun dapat terkena autisme dan memengaruhi orang secara berbeda-beda," ujar Meagan dikutip dari laman Cleveland Clinic.
"Semakin banyak yang kita pelajari, semakin membuat kita tahu bahwa anak perempuan mungkin diabaikan (gejala autisme) atau malah salah diagnosis. Pada akhirnya situasi ini menyebabkan mereka kehilangan dukungan yang dibutuhkan," jelas Meagan.
Memahami Autisme pada Anak Perempuan
Gejala autisme dapat muncul secara berbeda-beda pada setiap jenis kelamin. Gejalanya pun bisa bervariasi tergantung bagaimana cara mereka mengekspresikannya. Autisme pada anak perempuan cenderung menunjukkan gejala yang lebih halus.
Sebagai informasi, tidak ada tes pasti untuk mengetahui gangguan autisme pada anak perempuan. Biasanya, penyedia layanan kesehatan akan melakukan evaluasi dan pemeriksaan khusus dengan mempertimbangkan bagaimana cara mereka berinteraksi dengan orang lain.
Meagan Adley mengatakan bahwa ketika ahli mendiagnosis anak perempuan dengan masalah autisme, mereka mencari tanda-tanda atau gejala tertentu, misalnya:
- Kesulitan berkomunikasi.
Baca Juga: Maskapai Pertama dengan Layanan Ramah Autisme, Misi Inklusivitas untuk Semua