Mengapa Laki-Laki Berlutut saat Melamar Pasangannya? Ini Jawabannya!

Saras Bening Sumunar - Rabu, 2 April 2025
Berlutut saat melamar.
Berlutut saat melamar. PeopleImages

Parapuan.co - Setiap pasangan yang siap melangkah ke jenjang pernikahan biasanya menginginkan momen lamaran spesial dan tak terlupakan, begitu juga mungkin dengan Kawan Puan. Salah satu momen yang identik dengan lamaran adalah ketika laki-laki berlutut di hadapan pasangannya sambil mengulurkan cincin.

Di saat bersamaan, laki-laki juga akan mengajukan pertanyaan yang begitu bermakna, "Maukah kamu menikah denganku" atau "Maukah kamu hidup denganku dan menghabiskan waktu bersama?"

Adegan ini begitu ikonik bahkan sering diadaptasi dalam berbagai film atau serial televisi. Di sisi lain, banyak pertanyaan di benak perempuan tentang mengapa laki-laki berlutut saat melamar pasangannya?

Apakah ini sekadar kebiasaan tanpa alasan yang jelas, atau sebenarnya ada sejarah panjang dan makna mendalam di baliknya? Untuk memahami lebih jauh, mari kita telusuri asal-usul, filosofi, dan makna simbolis dari tindakan ini.

Merujuk dari laman ABC10kebiasaan laki-laki berlutut saat melamar pasangannya sudah ada sejak Abad Pertengahan. Saat itu, seorang ksatria berlutut di hadapan raja atau ratu sebagai bentuk penghormatan.

Sementara dalam konteks hubungan asmara, laki-laki berlutut di hadapan perempuan saat melamar adalah simbol dari rasa hormat dan cinta pada pasangan yang ia pilih. Meski demikian, berlutut saat melamar sebenarnya tidak memiliki catatan sejarah yang jelas.

Pasalnya, di masa lalu, lamaran terutama di kalangan bangsawan lebih sering berupa kesepakatan bisnis tanpa adanya unsur romantis. Namun, ada dugaan jika kebiasaan ini terinspirasi dari tradisi Abad Pertengahan.

Saat itu, laki-laki menunjukkan pengabdian kepada perempuan yang dikaguminya dengan berlutut, sebagai bentuk penghormatan dan simbol kesetiaan. Seiring waktu, makna berlutut saat melamar berkembang menjadi simbol komitmen dan kesungguhan dalam hubungan.

Selain tradisi ksatria, tindakan berlutut juga erat kaitannya dengan praktik keagamaan di berbagai belahan dunia. Dalam banyak agama, berlutut adalah simbol kerendahan hati dan permohonan, baik saat berdoa kepada Tuhan maupun meminta restu atau pengampunan.

Baca Juga: Tips Lamaran Sederhana seperti Kisah Kalis Mardiasih di Film Seni Memahami Kekasih

Dalam konteks lamaran, ini bisa diartikan sebagai cara laki-laki menunjukkan bahwa dirinya tulus, penuh hormat, dan siap untuk berkomitmen seumur hidup kepada pasangannya.

Makna Mendalam di Balik Sikap Berlutut saat Melamar

1. Rasa Hormat dan Penghargaan

Saat seorang laki-laki berlutut di hadapan pasangannya, ini melambangkan bahwa ia menghormati dan menghargai pasangannya sebagai seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Ini adalah momen di mana ia secara terbuka menunjukkan bahwa dirinya tidak lebih tinggi atau lebih rendah, tetapi sejajar dalam cinta dan komitmen.

2. Ungkapan Keseriusan dan Pengabdian

Berbeda dengan momen romantis biasa, lamaran pernikahan adalah keputusan besar yang melibatkan komitmen seumur hidup. Dengan berlutut, laki-laki ingin menunjukkan bahwa ia benar-benar serius dan siap untuk membangun masa depan bersama.

3. Lambang Kerendahan Hati dalam Hubungan

Pernikahan adalah tentang kemitraan, di mana kedua belah pihak harus bisa saling mengerti, menghormati, dan mendukung satu sama lain. Sikap berlutut bisa diartikan sebagai bentuk kerendahan hati, di mana laki-laki menunjukkan bahwa dirinya tidak merasa lebih dominan, melainkan siap untuk berbagi kehidupan dalam kesetaraan dan kasih sayang.

4. Bentuk Permohonan dan Harapan

Dalam budaya banyak masyarakat, sikap berlutut sering dikaitkan dengan memohon sesuatu yang sangat diinginkan. Dalam konteks lamaran, ini bisa diartikan sebagai harapan laki-laki bahwa pasangannya akan menerima cinta dan bersedia menjalani hidup bersama.

Baca Juga: Viral di TikTok Lamaran Saat Nonton Bruno Mars, Ini 5 Langkah Lamar Pacar di Tengah Konser

(*)

Sumber: abc10.com
Penulis:
Editor: Kinanti Nuke Mahardini


REKOMENDASI HARI INI

Manfaat Spa untuk Anak dan Remaja: Edukasi Pentingnya Self Care Sejak Dini