Dengan benar-benar memahami kesalahan kamu dari sudut pandang orang yang kamu sakiti, kamu bisa membuat permintaan maaf yang lebih spesifik, dan efektif.
Baca Juga: Sebagai Single Merasa Kesepian Selama Pandemi? Begini Cara untuk Mengatasinya
Cobalah untuk tidak mengubah permintaan maaf kamu menjadi sebuah perdebatan
Saat meminta maaf, jangan membawa keluhan masa lalu dari sisi ego kamu ke dalam percakapan.
“Aku minta maaf tapi…..,” permintaan maaf yang seperti ini justru terdengar tidak tulus dan membuka peluang timbulnya perdebatan.
Ekspresikan permintaan maaf melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata
Terkadang, tindakan kamu untuk memperbaiki kesalahan bisa lebih berdampak dari sekadar meminta maaf secara verbal kepada seseorang.
Mengungkapkan permintaan maaf melalui kata-kata memang berarti, tetapi aksi nyata berbicara jauh lebih keras dari pada sekadar untaian kata-kata.
Baca Juga: Jaga Hubungan dengan Orang Lain dengan Kenali 5 Jenis Permintaan Maaf
Bersabarlah untuk dimaafkan
Menyembuhkan luka yang dialami itu butuh proses.
Bila luka yang ditimbulkan sangat besar, kemungkinan besar akan butuh waktu yang tidak sedikit untuk bisa memaafkan.
Kamu harus cukup bersabar dalam proses ini dan tetap membuka hati.
Nah Kawan Puan, itu dia kiat-kiat yang bisa membantu kamu ketika meminta maaf.
Jangan takut untuk meminta maaf, karena hal ini menjadikan kita sebagai manusia yang penuh dengan kelapangan dan kerendahan hati.
(*)