Parapuan.co - Ada banyak cara yang bisa Kawan Puan lakukan untuk berbisnis dan salah satunya ialah dengan jualan di e-commerce.
Siapa pun bisa melakukannya tapi karena itu pula jualan di e-commerce pun menjamur hingga sainganmu dalam berjualan akan banyak.
Maka itu, jika Kawan Puan ingin meraih cuan dengan maksimal, kamu perlu menghindari beberapa kesalahan dalam berjualan di e-commerce.
Baca Juga: Tidak Selalu Menguntungkan, Waspadai 3 Kekurangan Bisnis Online Ini!
Agar kamu tidak terjebak kesalahan tersebut, PARAPUAN telah merangkum apa saja kesalahan jualan di e-commerce yang perlu kamu hindari melansir Nova.id. Simak, yuk!
Tidak mau berkomunitas
Menurut Co-Founder Alona & Dropshipaja.com Rico Huang, memiliki komunitas sesama penjual dan networking sangat penting untuk perkembangan bisnis.
Rico pun mengatakan, dengan menambah pergaulan dalam komunitas, kita tidak hanya mendapat ilmu saja, tetapi juga jejaring dan bahkan kesempatan bisnis.
Menyerah sebelum berperang
Rico mengatakan, kesuksesan sulit diraih jika kita sudah menyerah terlebih dahulu sebelum berperang atau mencoba.
"Intinya, gagal sekali bukan berarti akhir dari dunia. Terus lakukan evaluasi bisnis hingga bisa menemukan formula yang paling pas untuk bisnismu," ujar Rico.
Rico pun mengatakan, "Berjualan online harus serius – tidak hanya sekadar memajang produk di e-commerce dan menunggu cuan datang."
Ada beberapa cara yang dilakukan Rico untuk mengevaluasi bisnisnya, yakni tes dengan aktif beriklan di media sosial dan menaruh link ke toko e-commerce.
Ia juga beroperasi di tempat sesuai hasil iklan, melakukan riset kembali dan merevisi keyword bila diperlukan, dan mengevaluasi dan belajar hal baru.
Mengerjakan sendiri
Rico mengatakan, seorang pebisnis yang baik tidak hanya bergantung pada dirinya sendiri, tetapi juga harus bisa mengandalkan anggota timnya agar bisnis dapat berjalan dengan optimal.
Baca Juga: Bergabung dengan E-Commerce, Koyuhijab Tetap Eksis di Masa Pandemi
Selain itu, hal tersebut dilakukan agar kita fokus memikirkan strategi pengembangan bisnis.
Pemikiran yang salah
Tak sedikit penjual merasa tahu akan segala hal yang membuatnya ogah menerima masukan dari orang lain. Padahal, kita mungkin melewatkan suatu hal penting.
Namun, Rico mengatakan, kala mengalami itu, dia mulai mengosongkan pikiran agar bisa menerima, menyerap, dan mempraktikkan semua ilmu dan masukan yang membangun.
"Jika ada masukan positif dari orang lain, terutama sesama penjual, kenapa tidak kita dengarkan?" ungkap Rico.
Rico pun menambahkan, "Menerima masukan, bahkan kritik membangun dari orang-orang terdekat, dapat membantu bisnis untuk berkembang."
Merasa paling murah
Menurut Rico, tidak masalah bisnis menjadi yang termurah atau menjadi yang berbeda.
Namun hal terpenting bagi Rico adalah kita perlu terlebih dahulu mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan tersebut.
Misalnya, kelebihan menjadi yang termurah adalah di value dan omzet yang tinggi serta biaya marketing yang rendah.
Namun, ketahuilah menjadi yang termurah juga punya kekurangan, yakni nilai margin tipis sehingga terbatas untuk membangun sistem operasional yang baik.
Baca Juga: Tren Pasar Berubah ke Ranah Digital, Ini Skill yang Wajib Pelaku UMKM Miliki
"Namun, tentu biaya marketing dan waktu riset produk menjadi lebih tinggi karena perlu membangun brand awareness terlebih dahulu," ujar Rico.
Rico juga bilang, "Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan masing-masing pilihan sehingga kita bisa menentukan strategi bisnis yang memang sesuai dengan tujuan akhir kita." (*)