Aristy menceritakan dirinya ditolak di beberapa rumah sakit karena tak ada ruang tersedia.
"Aku ditolak IGD di mana-mana, RS di mana-mana udah penuh. Bahkan aku sempet ditidurin di jalanan turun dari ambulans gara-gara nggak ada IGD yang kosong,"
"Sampai akhirnya, alhamdulillah banget masnya ambulans ditelpon salah satu dokter di Pati mengabari kalo ada RS yg masih bisa menampung. Ya Allah Alhamdulillah banget, nggak ngerti lagi kalau misal malem itu aku tetep nggak dapet pertolongan di RS karena udah full di mana-mana," imbuh perempuan asal Ambarawa itu.
/photo/2021/07/25/whatsapp-image-2021-07-25-at-12-20210725125823.jpeg)
Aristy yang saat itu hanya sendiri hanya pasrah saat dirinya harus ditangani di parkiran karena tempat yang penuh.
"Dibuatkan darurat di parkiran. Aku diselang, dipompa, dites dan lain-lain di parkiran," pungkasnya.
Cerita Ratu dan Aristy ini mungkin hanya secuil dari banyaknya kisah pasien yang kesulitan mencari rumah sakit.
Karena itu Kawan Puan, di masa yang serba sulit ini, yuk saling membantu dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.
Sebab hanya itu hal paling mudah yang bisa kita lakukan untuk bisa memutus mata rantai penularan ini dan membuat rumah sakit tak lagi penuh karena banyaknya tambahan pasien. (*)