Dalam hal ini, seorang ahli gizi bisa bekerja di rumah sakit atau membuka klinik sendiri, bahkan melakukan konsultasi dengan klien secara daring.
2. Lembaga kesehatan masyarakat
Selain di rumah sakit atau membuka praktek sendiri, ahli gizi juga punya peluang kerja di lembaga kesehatan masyarakat lainnya.
Sebut saja puskesmas yang setidaknya di tiap unit memerlukan satu orang ahli gizi.
Sayangnya, keberadaan ahli gizi masih sedikit dan lulusan jurusan ilmu gizi kurang memenuhi kebutuhan, atau bahkan ada yang banting profesi.
3. Industri makanan dan minuman
Dari banyaknya industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman, tenaga seorang ahli gizi juga selalu dibutuhkan.
Di sana, ahli gizi punya tugas penting mengecek cakupan nutrisi dari suatu produk, terutama makanan atau minuman instan.
Mereka membantu perusahaan menunjukkan kandungan nutrisi yang ada di suatu produk agar bisa dilihat pula oleh konsumen.
Baca Juga: Hari Pangan Sedunia! Ternyata Segini Gaji Profesi Seorang Ahli Gizi