Hari Down Syndrome Sedunia, Ini 4 Penyebab Ibu Melahirkan Anak Down Syndrome

Saras Bening Sumunar - Kamis, 21 Maret 2024
Penyebab ibu melahirkan anak down syndrome.
Penyebab ibu melahirkan anak down syndrome. Adene Sanchez

Parapuan.co - Hari Down Syndrome Sedunia atau World Down Syndrome Day diperingati pada 21 Maret setiap tahunnya.

Hari Down Syndrome Sedunia bertujuan untuk merayakan keunikan individu dengan down syndrome.

Bukan itu saja, adanya Hari Down Syndrome Sedunia juga menjadi upaya untuk menyuarakan dukungan dan memberikan kesempatan setara bagi semua orang termasuk mereka yang memiliki down syndrome.

Apa Itu Down Syndrome?

Down syndrome adalah kelainan genetik yang dibawa bayi sejak lahir. Kelainan ini bahkan sudah terjadi sejak masa embrio.

Dikutip dari laman Parentsdown syndrome terjadi karena adanya kesalahan dalam pembelahan sel yang juga disebut nondisjunction embrio.

Pada kondisi normal, pembelahan sel akan membuat bayi memiliki 46 kromosom (kelompok gen).

Namun dalam kondisi nondisjunction embrio justru menghasilkan salinan tiga kromosom 21 yang membuat bayi memiliki 47 kromosom.

Meskipun down syndrome adalah suatu kondisi genetik, namun kelainan ini juga bisa terjadi pada seseorang yang tidak memiliki riwayat down syndrome dalam keluarganya.

Baca Juga: Psikolog Beri Tips Mengajarkan Anak Down Syndrome tentang Life Skill

"Dalam kebanyakan kasus, penambahan kromosom tampaknya terjadi secara kebetulan," kata Emily Jean Davidson, MD, direktur klinis Program Down Syndrome di Rumah Sakit Anak Boston.

Faktor Risiko Bayi Lahir Down Syndrome

Sering timbul pertanyaan mengapa seorang ibu berisiko melahirkan anak dengan kelainan down syndrome.

Rupanya, kondisi ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari usia ibu hingga kurangnya asupan asam folat.

1. Usia Ibu

Semakin tua usia ibu saat hamil, semakin tinggi pula risiko memiliki anak dengan kelainan down syndrome.

Artinya, ibu yang berusia 25 tahun memiliki peluang 1 dari 1.200 untuk memiliki bayi dengan down syndrome.

Sementara pada usia 35 tahun, risiko ini meningkat menjadi 1 banding 350, dan menjadi 1 banding 100 pada usia 40 tahun.

Baca Juga: 5 Fakta Menarik Boneka Barbie Down Syndrome yang Baru Dirilis Mattel

2. Kurangnya Asupan Asam Folat

Kekurangan asam folat selama proses kehamilan bisa mengganggu pembentukan kromosom.

Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, termasuk makanan tinggi akan asam folat seperti sayuran hijau hingga kuning telur.

3. Faktor Genetika

Kelainan down syndrome bisa berasal dari genetik salah satu orang tuanya.

Misal, jika pihak ayah menjadi agen pembawa (carier), maka kemungkinan memiliki bayi down syndrome sebesar 3 persen.

Sementara jika pihak ibu yang menjadi agen pembawa (carier), maka risiko bayi down syndrom lebih tinggi yakni sekitar 10 sampai 15 persen.

4. Paparan Zat Kimia

Kawan Puan, selama masa kehamilan paparan kimia dan zat asing yang diterima ibu dapat berisiko bayi terkena down syndrome.

Paparan zat kimia yang dimaksud ini seperti asap rokok, asap kendaraan, asap industri, hingga penggunaan kosmetik yang berbahaya.

Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil untuk memperhatikan kebersihan udara lingkungan sekitar dan menggunakan kosmetik yang aman.

Baca Juga: Insecure karena Terlahir Down Syndrome, Begini Cara Namira Zania Melewatinya

(*)

Sumber: Parents
Penulis:
Editor: Rizka Rachmania


REKOMENDASI HARI INI

Masker Wajah dari Bahan Alami untuk Mengatasi Masalah Komedo