Parapuan.co - Kekerasan di tempat kerja merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada kesehatan mental, emosional, dan bahkan fisik karyawan.
Meski sering dianggap sebagai sesuatu yang terlihat jelas, banyak bentuk kekerasan di tempat kerja yang tersembunyi atau diabaikan.
Hal ini terjadi karena kurangnya pemahaman akan tanda-tanda adanya kekerasan di tempat kerja, terlebih jika dianggap hanya candaan.
Maka itu, penting bagi Kawan Puan untuk memahami tanda-tanda kekerasan di tempat kerja yang sering terabaikan agar bisa menghindari dan mengatasinya:
1. Perubahan Perilaku Karyawan
Jika seorang karyawan tiba-tiba menjadi pendiam, menarik diri dari rekan kerja, atau menunjukkan tanda-tanda stres berlebihan, ini bisa menjadi tanda adanya kekerasan.
Perubahan ini sering kali terjadi karena pelaku kekerasan menciptakan lingkungan yang membuat korban merasa tidak nyaman atau takut.
2. Komentar yang Merendahkan atau Sarkasme Berlebihan
Ucapan yang bernada sarkasme atau penghinaan yang sering terjadi dapat menjadi bentuk kekerasan verbal.
Baca Juga: Selain Pelecehan Seksual, Ini Jenis-Jenis Kekerasan pada Perempuan di Tempat Kerja
Meskipun tampaknya hanya bercanda, kata-kata ini bisa berdampak negatif pada harga diri seseorang jika terus-menerus dilakukan.
3. Pengabaian atau Pengucilan Sosial
Pengucilan adalah bentuk kekerasan emosional yang sering kali sulit dikenali.
Misalnya ketika seorang karyawan sengaja tidak diundang ke rapat penting, diabaikan dalam percakapan, atau dikeluarkan dari kelompok kerja.
4. Beban Kerja yang Tidak Adil
Pemberian tugas yang terlalu berat atau terlalu sedikit dibandingkan dengan rekan kerja lainnya bisa menjadi bentuk kekerasan.
Hal ini sering kali dilakukan untuk membuat korban merasa tidak mampu atau tidak dihargai.
5. Ancaman Terselubung
Ancaman tidak selalu dinyatakan secara langsung. Kalimat seperti, "Kalau kamu tidak mengikuti aturan ini, konsekuensinya berat," dapat menciptakan tekanan psikologis yang kuat bagi korban.
Baca Juga: Ini yang Dilakukan Korban dan Saksi saat Terjadi Kekerasan terhadap Perempuan di Tempat Kerja
6. Ketidakadilan dalam Penilaian Kinerja
Karyawan yang secara konsisten mendapatkan ulasan kinerja yang buruk tanpa alasan jelas, atau dibandingkan secara tidak adil dengan rekan-rekannya, mungkin menjadi korban kekerasan.
Kekerasan di tempat kerja semacam ini sering kali digunakan untuk melemahkan kepercayaan diri korban.
7. Tingginya Tingkat Ketidakhadiran
Karyawan yang sering bolos kerja atau cuti mendadak mungkin sedang berusaha menghindari lingkungan kerja yang tidak sehat.
Hal ini bisa menjadi indikator bahwa mereka merasa tidak aman atau nyaman berada di kantor.
8. Perubahan Fisik atau Kesehatan Mental
Stres akibat kekerasan di tempat kerja sering kali berdampak pada fisik.
Gejala seperti kelelahan, sakit kepala, atau penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda seseorang sedang menghadapi tekanan di tempat kerja.
Baca Juga: Menghapus Kekerasan Seksual dan Pelecehan Perempuan di Tempat Kerja
Cara Mengatasi Kekerasan di Tempat Kerja
1. Meningkatkan Kesadaran
Perusahaan perlu memberikan pelatihan kepada karyawan tentang bentuk-bentuk kekerasan di tempat kerja agar tanda-tanda ini dapat dikenali lebih awal.
2. Menyediakan Saluran Pelaporan
Karyawan harus memiliki akses mudah untuk melaporkan insiden kekerasan tanpa takut akan pembalasan.
3. Menciptakan Lingkungan Kerja yang Aman
Perusahaan harus berkomitmen untuk menciptakan budaya kerja yang inklusif dan saling menghormati.
Dengan mengenali tanda-tanda ini dan mengambil tindakan yang tepat, kekerasan di tempat kerja dapat dicegah atau diminimalkan.
Hal ini tidak hanya akan melindungi karyawan, tetapi juga meningkatkan produktivitas dan citra perusahaan secara keseluruhan.
Apakah Kawan Puan melihat adanya tanda-tanda seperti tersebut di atas di lingkungan kerjamu?
Baca Juga: Viral Anak Bos Roti Lakukan Aniaya, Perlindungan Hukum Pekerja Perempuan Kurang Optimal?
(*)
*Sebagian artikel ini dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence - AI).