Parapuan.co - Dalam hubungan asmara, komunikasi adalah fondasi utama yang menjaga ikatan tetap kuat dan sehat.
Namun ketika konflik dengan pasangan terjadi, tak jarang kamu mendiamkan satu sama lain.
Situasi mendiamkan pasangan saat konflik ini juga dikenal dengan istilah silent treatment.
Perlu Kawan Puan ketahui bahwa perilaku silent treatment sering kali menciptakan jarak emosional yang signifikan antara pasangan dan kebingungan, serta ketidakpastian.
Meskipun terlihat seperti tindakan sederhana, silent treatment memiliki dampak yang kompleks dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Bukan itu saja, silent treatment rupanya juga bentuk dari kekerasan non verbal lho.
Menurut Verrywell Mind, secara umum perlakuan silent treatment ini merupakan taktik manipulasi yang membuat masalah dalam hubungan menjadi tidak terselesaikan.
Pada akhirnya, situasi ini membuat pasangan yang menerimanya merasa tidak berharga, tidak dicintai, terluka, atau malah frustasi.
Bisa dikatakan bahwa silent treatment menjadi upaya untuk mengendalikan situasi atau percakapan.
Baca Juga: Bukan Selingkuh, Ini 3 Perilaku Buruk Pasangan yang Tidak Bisa Diberi Toleransi
Lantas, mengapa perilaku ini begitu umum terjadi dalam hubungan asmara?
1. Cara Menghindari Konflik
Banyak orang menggunakan silent treatment sebagai cara untuk menghindari konfrontasi langsung.
Dalam beberapa situasi, berbicara tentang masalah tertentu bisa terasa sangat sulit atau memicu ketegangan yang lebih besar.
Dengan memilih diam, seseorang merasa dapat menghindari argumen yang lebih buruk atau rasa sakit yang mungkin timbul dari percakapan yang intens.
Namun, ini sering kali hanya memperburuk keadaan, karena masalah yang diabaikan cenderung tumbuh lebih besar.
2. Bentuk Manipulasi Emosional
Silent treatment juga dapat digunakan sebagai bentuk manipulasi emosional.
Baca Juga: Ternyata Zodiak Ini Dikenal Sering Silent Treatment pada Pasangannya
Ketika seseorang sengaja diam untuk membuat pasangannya merasa bersalah atau untuk mendapatkan kendali atas situasi, hal ini menjadi perilaku yang beracun.
Taktik ini digunakan untuk memengaruhi perilaku pasangan tanpa perlu berkomunikasi secara langsung, tetapi dapat menyebabkan kerusakan emosional yang mendalam.
3. Tanda Ketidakdewasaan Emosional
Dalam beberapa kasus, silent treatment mencerminkan kurangnya kedewasaan emosional.
Orang yang tidak terbiasa menghadapi masalah dengan cara yang sehat cenderung memilih metode yang pasif-agresif, seperti mendiamkan pasangan, daripada berbicara secara langsung.
Ini menunjukkan kebutuhan akan pertumbuhan emosional dan pengembangan keterampilan resolusi konflik.
Dampak Silent Treatment dalam Hubungan Asmara
Perilaku ini tidak hanya menyakitkan, tetapi juga dapat merusak kepercayaan dan menciptakan pola hubungan yang tidak sehat.
Pasangan yang sering mengalami silent treatment cenderung merasa terisolasi, cemas, dan kehilangan rasa aman dalam hubungan mereka.
Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini dapat memicu masalah yang lebih serius, termasuk perpisahan atau perceraian.
Baca Juga: 3 Cara Menghadapi Silent Treatment dalam Hubungan Suami Istri
(*)