Parapuan.co - Pola makan kita di bulan Ramadan berubah karena puasa di siang hari, dan hanya makan di malam hari. Untuk itu, mengatur pola makan selama Ramadan sangat penting untuk mencegah kenaikan berat badan.
Ada banyak faktor yang membuat berat badan jadi naik selama puasa, termasuk perubahan waktu makan dan apa yang kita konsumsi saat sahur dan berbuka.
Oleh sebab itu, pahami cara mengatur pola makan untuk mencegah kenaikan berat badan seperti diungkap dr. Lucrezia Renata, Sp.PD, mengutip EMC Healthcare di bawah ini!
Faktor yang Berkontribusi terhadap Kenaikan Berat Badan saat Puasa
1. Perubahan Waktu Makan
Selama Ramadan, waktu makan terbatas pada saat sahur dan berbuka, sehingga tubuh mengalami jeda panjang tanpa asupan makanan dan minuman. Hal ini menyebabkan metabolisme tubuh menyesuaikan diri dengan menggunakan cadangan energi dari lemak.
Namun, setelah Ramadan berakhir, pola makan yang kembali berubah dapat menyebabkan tubuh menyimpan lebih banyak energi dalam bentuk lemak.
2. Konsumsi Makanan Tinggi Gula dan Lemak
Makanan manis dan berlemak, seperti gorengan, kolak, dan kue Lebaran, sering kali menjadi favorit saat berbuka dan sahur. Konsumsi berlebihan makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan peningkatan penyimpanan lemak dalam tubuh, yang berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.
Baca Juga: Jenis Makanan Tinggi Gula, Bahaya untuk Kesehatan Tubuh Perempuan