3. Kurangnya Asupan Air
Selama berpuasa, asupan cairan sering kali berkurang karena keterbatasan waktu minum. Dehidrasi ringan dapat memperlambat metabolisme tubuh dan meningkatkan rasa lapar, sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak saat berbuka dan sahur.
4. Kurangnya Aktivitas Fisik
Saat Ramadan, aktivitas fisik sering kali berkurang karena tubuh merasa lemas akibat perubahan pola makan. Kurangnya olahraga dan aktivitas fisik ini berkontribusi terhadap penumpukan kalori yang tidak terbakar.
Strategi Menghindari Kenaikan Berat Badan Selama dan Setelah Ramadan
1. Pola Makan Seimbang
Pastikan makanan yang dikonsumsi mengandung gizi yang seimbang, seperti:
- Karbohidrat kompleks (nasi merah, roti gandum, oat) untuk energi yang tahan lama.
- Protein hewani dan nabati (daging tanpa lemak, ikan, telur, tahu, tempe) untuk menjaga massa otot.
- Serat dari sayur dan buah untuk melancarkan pencernaan dan membuat kenyang lebih lama.
- Lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, dan minyak zaitun untuk energi tambahan.
- Hindari makanan olahan, cepat saji, serta makanan tinggi gula dan lemak.
2. Kontrol Porsi Makan
Mengatur porsi makanan sangat penting untuk mencegah asupan kalori berlebihan. Beberapa cara untuk mengontrol porsi makan: