2 Pendaki Perempuan Meninggal di Puncak Carstensz Akibat Hipotermia, Ini Gejalanya

Saras Bening Sumunar - Senin, 3 Maret 2025
Pendaki perempuan meninggal dunia di puncah Carstensz Pyramid.
Pendaki perempuan meninggal dunia di puncah Carstensz Pyramid. (Instagram/tropik_adventure)

Parapuan.co - Media sosial dihebohkan dengan kabar tewasnya dua pendaki perempuan di puncak Carstensz Pyramid, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Sabtu (1/3/2025). Lilie Wijayanti Poegiono (59) dan Elsa Laksono (59) dinyatakan meninggal dunia akibat hipotermia.

Di waktu pendakian, cuaca ekstrem termasuk hujan salju, hujan deras, dan angin kencang menyebabkan Lilie dan Elsa mengalami hipotermia hingga meninggal dunia. Selain keduanya, ada tiga pendaki lain yang juga mengalami situasi serupa.

Namun, ketiga pendaki tersebut berhasil selamat meskipun mengalami hipotermia akibat cuaca buruk. Mereka adalah Indira Alaikan, Alvin Reggy Perdana, dan Saroni.

Lilie Wijayanti Poegiono adalah perancang busana, sedangkan Elsa Laksono berprofesi sebagai dokter gigi. Lilie dan Elsa juga merupakan sahabat sejak duduk di bangku SMA yang begitu mencintai dunia pendakian. Pada tahun 2019 lalu kedua sahabat ini berhasil mencapai puncak Gunung Everest yang menjadi salah satu prestasi terbesarnya.

Hingga di akhir hayatnya, Lilie dan Elsa seakan'dipeluk' oleh puncak Carstensz Pyramid. Berkaca dari peristiwa tragis yang dialami oleh dua pendaki perempuan ini, penting untuk memahami bahaya dan gejala dari hipotermia.

Apa itu hipotermia?

Hipotermia adalah kondisi yang terjadi ketika suhu inti tubuh turun di 35 derajat Celcius. Kondisi ini secara perlahan dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Padahal suhu tubuh normal berada di angka 36,5 derajat Celcius hingga 37,5 derajat Celcius. Faktor utama yang memicu hipotermia adalah paparan lingkungan dingin dalam waktu yang cukup lama. Alhasil situasi ini dapat mengganggu fungsi kognitif yang membuat individu kesulitan mencari bantuan medis.

Merujuk dari laman Health Kompas, ada tiga tahapan hipotermia berdasarkan suhu inti tubuh yakni:

  • Ringan: 32 derajat Celcius hingga 35 derajat Celcius.
  • Sedang: 28 derajat Celcius hingga 32 derajat Celcius.
  • Parah: Kurang dari 28 derajat Celcius.

Baca Juga: Tips Aman Mendaki Gunung Bagi Perempuan agar Tak Alami Kejadian Mistis

Gejala Hipotermia

Ada berbagai gejala yang menunjukkan seseorang mengalami hipotermia. Gejala ini dibagi menjadi dua fase, yakni secara umum dan hipotermia parah.

Adapun gejala umum hipotermia adalah menggigil berlebihan, kulit pucat dan bibir membiru sampai pernapasan melambat. Bukan itu saja, gejala hipotermia juga meliputi kesulitan berbicara sampai kebingungan.

Sementara individu yang mengalami hipotermia parah menunjukkan gejala lain seperti detak jantung yang tidak teratur hingga mulai kehilangan kesadaran.

Pencegahan Hipotermia

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai bentuk pencegahan hipotermia, misalnya:

- Mengenakan pakaian berlapis yang kering, tahan air, dan longgar.

- Menutupi semua bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, dan leher.

- Menghindari berkeringat berlebihan dalam suhu dingin.

- Membatasi waktu berada di dalam air dingin.

Baca Juga: Ingin Mendaki Gunung Akhir Pekan? Ini Tips untuk Pendaki Pemula

(*)



REKOMENDASI HARI INI

Awas Asam Lambung, Ini Efek Minum Kopi Pagi Terlalu Dini bagi Tubuh