Perempuan Harus Berani Bangkit dan Bicara untuk Hadapi Kekerasan

David Togatorop - Senin, 3 Maret 2025
Kampanye *Rise and Speak* mendorong keberanian melaporkan kekerasan.
Kampanye *Rise and Speak* mendorong keberanian melaporkan kekerasan. iStock/recep-bg

Parapuan.co - Setiap warga negara berhak merasa aman, termasuk perempuan. Oleh sebab itu, perempuan harus berani bersuara saat menghadapi ancaman, terutama jika mengalami kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

Lebih jauh lagi, penting akan adanya keberanian bagi korban maupun masyarakat sekitar untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, turut serta dalam Kick Off Meeting Kampanye "Rise and Speak: Berani Bicara, Selamatkan Sesama" yang digelar oleh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) pada Kamis (27/2).

Menurut Wamen PPPA,  Kementerian PPPA bersama Polri serta berbagai pihak terkait terus berupaya memberikan pendampingan terbaik bagi korban, termasuk dukungan hukum agar pelaku mendapatkan sanksi tegas. Sinergi ini diharapkan dapat semakin memperkuat perlindungan bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen PPPA juga menuliskan harapannya agar perempuan semakin berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami maupun disaksikan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih peduli dan berempati dalam melindungi korban.

Kolaborasi Pemerintah dan Polri dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Pada tahun 2024, Kementerian PPPA telah menandatangani nota kesepahaman dengan Polri yang mencakup berbagai aspek, seperti pertukaran data, pengarusutamaan gender, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dalam waktu dekat, nota kesepahaman ini akan ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama yang lebih rinci.

Selain itu, Wamen PPPA menyoroti pentingnya inovasi digital dalam menangani kasus kekerasan. Meskipun kampanye Rise and Speak mendorong keberanian untuk berbicara, layanan berbasis digital yang terintegrasi masih perlu dikembangkan agar penanganan korban lebih efektif dan menyeluruh.

Ke depan, pemerintah bersama berbagai pihak akan membangun ekosistem layanan yang mempermudah korban mendapatkan perlindungan dan pendampingan.

Baca Juga: Kesehatan Adalah Hak yang Harus Dipenuhi Secara Adil dan Merata, Termasuk untuk Perempuan

Sebagai bagian dari upaya ini, Kementerian PPPA telah menyediakan layanan call center Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 sebagai wadah bagi masyarakat untuk melaporkan kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak.

Wamen PPPA menegaskan bahwa upaya ini harus didukung dengan penegakan hukum yang berpihak pada korban demi menciptakan keadilan serta memberikan efek jera kepada pelaku.

Polri Berkomitmen dalam Perlindungan Perempuan dan Anak

Wakil Kepala Polri, Komisaris Jenderal Polisi Drs. Ahmad Dofiri, M.Si, menuturkan bahwa kampanye Rise and Speak bertujuan untuk mendorong keberanian masyarakat dalam berbicara, melaporkan, dan bertindak terhadap segala bentuk kekerasan dan eksploitasi.

Kampanye ini juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat kapasitas Aparat Penegak Hukum serta meningkatkan kerja sama lintas sektor dalam pencegahan dan perlindungan korban.

Lebih dari sekadar kampanye, Polri ingin membangun gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dofiri menegaskan bahwa Rise and Speak harus menjadi bagian dari gerakan nasional yang memiliki dampak nyata.

Sinergi antara pemerintah, Aparat Penegak Hukum, organisasi masyarakat, serta sektor swasta diharapkan dapat mewujudkan lingkungan yang lebih aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Dengan adanya kampanye ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang berani berbicara dan melaporkan kasus kekerasan, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak dapat semakin kuat. (*)

Baca Juga: Menteri PPPA Tegaskan Komitmen Perjuangan untuk Kesetaraan dalam Peringatan Hari Ibu

Penulis:
Editor: David Togatorop


REKOMENDASI HARI INI

Pentingnya Postpartum Care untuk Menjaga Kesehatan Mental Ibu Melahirkan