Parapuan.co - Bepergian dengan balita, misalnya untuk mudik Lebaran, bisa menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua. Meskipun perjalanan keluarga adalah pengalaman yang menyenangkan, ada berbagai hal yang perlu dipertimbangkan agar perjalanan berjalan lancar.
Pasalnya, anak balita mudah bosan dan membutuhkan aktivitas fisik yang mungkin tidak bisa terpenuhi selama perjalanan mengendarai transportasi umum maupun kendaraan pribadi.
Oleh karenanya jika ingin melakukan perjalanan mengajak balita, pastikan kamu memahami hal-hal yang perlu disiapkan sebagaimana melansir Parents di bawah ini! Apa saja?
1. Pengalaman Terbang Bisa Menakutkan, Meski Anak Suka Pesawat
Jika anak menyukai pesawat, bukan berarti mereka siap untuk benar-benar naik pesawat. Anak yang sering melihat pesawat di langit atau bermain dengan mainan pesawat bisa jadi masih takut ketika harus masuk ke dalam pesawat sungguhan.
Suasana bandara yang ramai, suara mesin pesawat yang bising, dan ukuran pesawat yang besar bisa menjadi hal baru yang mengintimidasi bagi balita. Cara terbaik untuk mempersiapkan anak adalah dengan mengenalkan mereka pada proses perjalanan dengan pesawat.
Untuk mempersiapkan si kecil sebelum traveling naik pesawat, kamu bisa:
- Membaca buku tentang naik pesawat, seperti Maisy Goes on a Plane oleh Lucy Cousins.
- Menonton video tentang bagian dalam pesawat di YouTube.
- Menjelaskan tahapan-tahapan di bandara, seperti check-in, melewati pemeriksaan keamanan, dan boarding.
Namun, tetap siapkan diri untuk kemungkinan anak merasa takut saat naik ke pesawat.
2. Jangan Mengandalkan Jadwal Tidur yang Teratur
Baca Juga: 5 Tips Packing Mudik Lebaran Naik Pesawat agar Tidak Kelebihan Bagasi
Ketika bepergian, rencana tidur anak mungkin akan berubah. Jika biasanya membagi hari berdasarkan jadwal tidur siang anak, bisa jadi rencana itu tidak berjalan sesuai harapan.
Banyak anak yang terlalu bersemangat dengan lingkungan baru sehingga menolak tidur siang di kamar hotel. Sebagai gantinya, mereka mungkin tertidur di mobil saat bepergian.
Daripada stres karena jadwal tidur anak yang berubah, cobalah untuk lebih fleksibel. Biarkan anak tidur saat mereka benar-benar lelah, misalnya saat dalam perjalanan dengan mobil.
Ini akan memberikanmu lebih banyak waktu untuk menjelajah dan menikmati liburan tanpa harus selalu kembali ke hotel hanya untuk tidur siang.
3. Pastikan Kamar Hotel Nyaman untuk Anak
Tidak semua kamar hotel ramah anak. Jika membawa balita, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memesan kamar:
- Apakah ada cukup ruang untuk menempatkan tempat tidur bayi atau travel crib?
- Apakah ada lemari atau ruang kecil yang bisa digunakan sebagai area tidur anak?
- Lebih nyaman tidur di kasur king-size atau dua kasur queen?
- Apakah ada balkon atau ruang duduk terpisah untuk orang tua agar tidak harus duduk dalam gelap saat anak tidur?
Jangan ragu untuk menghubungi hotel dan bertanya tentang opsi yang paling sesuai dengan kebutuhan keluarga.
4. Fleksibilitas adalah Kunci, Termasuk Soal Screen Time
Saat bepergian, aturan yang biasa diterapkan di rumah mungkin perlu sedikit dilonggarkan. Jika biasanya kamu membatasi waktu layar anak, perjalanan mungkin menjadi waktu di mana aturan ini bisa lebih fleksibel.
Baca Juga: Rekomendasi Car Seat di Tokopedia untuk Persiapan Mudik, Ada yang di Bawah Rp100 Ribu
Perjalanan bisa melelahkan bagi anak dan orang tua, sehingga memberikan anak hiburan seperti iPad bisa menjadi solusi praktis. Misalnya, ketika menghadiri acara makan malam keluarga yang panjang, kamu tidak bisa mengharapkan anak duduk diam selama berjam-jam hanya dengan stiker dan krayon.
Dalam situasi seperti ini, memberikan hiburan digital bisa membantu menjaga ketenangan anak dan membuat perjalanan lebih menyenangkan bagi semua orang.
5. Pertimbangkan Alternatif Selain Kursi Mobil
Jika kamu bepergian dengan bayi, stroller yang bisa berfungsi sebagai car seat mungkin sangat berguna. Namun, untuk anak yang lebih besar, membawa kursi mobil sendiri ke bandara bisa merepotkan.
Salah satu solusi praktis adalah menggunakan sabuk pengaman khusus untuk anak yang bisa dipasang di kursi pesawat. Kamu juga bisa menyewa kursi mobil di tempat tujuan.
Namun, perlu diingat bahwa kebanyakan tempat penyewaan mobil tidak menyediakan bantuan untuk pemasangan kursi mobil, jadi pastikan kamu mengetahui cara memasangnya sendiri.
6. Rencanakan dengan Matang, tetapi Tetap Fleksibel
Perjalanan dengan balita memerlukan persiapan ekstra, tetapi tetap ada hal-hal tak terduga yang bisa terjadi. Beberapa hal yang perlu kamu siapkan antara lain:
- Pastikan semua kebutuhan anak dibawa dalam tas, termasuk popok, tisu basah, pakaian ganti, camilan, botol minum, mainan, dan obat-obatan.
- Jika naik pesawat, pastikan semua dokumen perjalanan sudah lengkap.
- Jika bepergian dengan mobil, buat rencana perjalanan yang mencakup tempat berhenti untuk makan dan ke toilet.
Meskipun perencanaan sangat penting, selalu siapkan diri untuk perubahan mendadak. Hal-hal tak terduga pasti akan terjadi, tetapi dengan sikap fleksibel dan kesiapan mental, perjalanamu bersama balita tetap bisa menyenangkan dan berkesan.
Baca Juga: Kapan Waktu Ideal untuk Mudik Lebaran? Ini Panduan Persiapannya
(*)