Parapuan.co - Menjadi orang tua adalah perjalanan yang penuh dengan tantangan. Setiap tahap perkembangan anak membawa perubahan dalam perilaku, kebutuhan, dan dinamika hubungan dalam keluarga.
Beberapa tahap usia anak sering kali menjadi titik tersulit bagi orang tua dalam mengasuh dan mendidik mereka. Usia berapakah yang dimaksud dan apa tantangannya bagi orang tua?
Di bawah ini rentang usia yang paling menantang menurut penelitian dan pengalaman para orang tua sebagaimana merangkum Parents!
1. Usia 2-3 Tahun: Terrible Twos
Ungkapan "terrible twos" bukanlah sekadar mitos. Pada usia 2 hingga 3 tahun, anak mulai memiliki kesadaran baru terhadap lingkungan sekitarnya, namun belum memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosinya dengan baik.
Akibatnya, tantrum menjadi hal yang umum terjadi. Berdasarkan penelitian, tantrum paling sering terjadi pada usia ini, dengan persentase mencapai:
- 87 persen pada anak usia 18-24 bulan.
- 91 persen pada anak usia 30-36 bulan.
- 59 persen pada anak usia 42-48 bulan.
Tantrum sering kali dipicu oleh rasa frustrasi karena anak ingin melakukan sesuatu sendiri, tetapi keterampilan bahasa dan motoriknya masih terbatas. Untuk mengatasi tantangan ini, orang tua dapat menerapkan strategi berikut:
- Prioritaskan waktu tidur: Anak usia ini masih membutuhkan 10-14 jam tidur per hari untuk menjaga kestabilan emosional mereka.
- Berikan makanan secara teratur: Rasa lapar dapat memperburuk tantrum. Pastikan anak mendapatkan cukup asupan kalori harian.
Baca Juga: Memahami Emosi Anak, Ini yang Terjadi Ketika Mereka Berusia 2 Tahun
- Tetap tenang dan konsisten: Saat tantrum terjadi, pastikan anak aman dan tidak melukai dirinya sendiri atau orang lain. Validasi perasaannya sambil tetap menetapkan batasan yang jelas.
2. Usia 8-9 Tahun: Pergolakan Antara Anak Kecil dan Anak Besar
Meskipun usia 8 tahun sering dianggap sebagai masa keemasan anak, pada kenyataannya, banyak orang tua merasa usia ini adalah salah satu yang paling sulit. Anak mulai menunjukkan tanda-tanda awal pubertas, yang bisa dimulai sejak usia 8 tahun pada anak perempuan dan 9 tahun pada anak laki-laki.
Mereka mulai lebih mandiri, tetapi di sisi lain, masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang dari orang tua. Beberapa tantangan utama pada usia ini meliputi:
- Anak mulai membantah dan menolak melakukan tugas rumah tangga.
- Mereka ingin membuat keputusan sendiri dalam berbagai aspek, seperti pakaian dan aktivitas, tetapi masih belum sepenuhnya memahami konsekuensinya.
- Mulai muncul perilaku seperti membanting pintu dan merajuk sebagai bentuk ekspresi diri.
Untuk menghadapi tantangan ini, orang tua bisa mencoba beberapa pendekatan berikut:
- Tetapkan aturan yang jelas: Anak usia ini masih membutuhkan struktur dan batasan agar merasa aman.
- Berikan pujian berbasis usaha: Daripada memuji anak sebagai "anak pintar," lebih baik berikan pujian seperti "Kamu sudah berusaha keras menyelesaikan PR-mu!"
- Libatkan anak dalam pekerjaan rumah: Tugas-tugas kecil dapat membantu mereka merasa dihargai dan memiliki tanggung jawab dalam keluarga.
3. Usia 12-14 Tahun: Masa Remaja Awal yang Penuh Gejolak
Baca Juga: SMP Jadi Masa Transisi, Ini 7 Tips Mengasuh Anak Praremaja Menuju Remaja
Menurut sebuah survei, orang tua dari anak usia 12-14 tahun cenderung merasa paling tidak bahagia dibandingkan dengan orang tua dari anak pada usia lainnya. Ini disebabkan oleh perubahan besar dalam tubuh dan pola pikir anak akibat pubertas.
Pada usia ini, anak mulai lebih memprioritaskan kehidupan sosial mereka, tetapi juga lebih rentan terhadap tekanan teman sebaya dan perasaan tidak percaya diri.
Tantangan utama dalam mengasuh anak usia remaja awal meliputi:
- Perubahan mood yang drastis akibat perubahan hormon.
- Menurunnya minat terhadap aktivitas yang dulu mereka sukai.
- Kecenderungan menarik diri dari keluarga dan lebih fokus pada teman sebaya.
- Peningkatan penggunaan gadget dan media sosial yang dapat berisiko terhadap kesehatan mental mereka.
Beberapa strategi yang dapat membantu orang tua menghadapi masa ini antara lain:
- Jangan terlalu membebani anak dengan jadwal padat: Pastikan mereka memiliki keseimbangan antara kegiatan akademik, sosial, dan waktu luang.
- Pantau aktivitas online mereka: Banyak anak di usia ini mulai menggunakan internet secara lebih mandiri. Pastikan mereka aman dan tidak terpapar konten yang berbahaya.
- Tetap berikan kasih sayang: Meskipun mereka tampak menjaga jarak, anak usia ini masih sangat membutuhkan perhatian dan dukungan emosional dari orang tua.
Tidak ada satu usia yang paling sulit untuk semua orang tua, karena setiap anak dan keluarga memiliki tantangan yang berbeda. Namun, usia 2-3 tahun, 8-9 tahun, dan 12-14 tahun adalah beberapa tahap yang paling menantang dalam perjalanan mengasuh anak.
Dengan memahami perkembangan anak pada setiap tahap dan menerapkan strategi yang tepat, orang tua dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih percaya diri dan efektif.
Baca Juga: Catat, Aturan dalam Mengasuh Anak yang Boleh dan Tidak Boleh Dilanggar
(*)