5 Layanan Kesehatan Paling Dicari Selama Ramadan dan Idulfitri, Apa Saja?

Arintha Widya - Kamis, 20 Maret 2025
Layanan kesehatan daring paling dicari selama bulan suci.
Layanan kesehatan daring paling dicari selama bulan suci. MJ_Prototype

Parapuan.co - Tak dapat dimungkini bahwa perubahan pola makan, tidur, dan aktivitas harian selama Ramadan dan Idulfitri berdampak signifikan pada kesehatan. Ini tercermin dalam meningkatnya konsultasi dokter dan pembelian produk kesehatan.

Hal tersebut terungkap dalam survei dari Halodoc, yang juga menunjukkan adanya peningkatan penggunaan layanan digital mereka. Sebagai layanan kesehatan digital yang berkomitmen mempermudah akses kesehatan, Halodoc meluncurkan Health & Wellness Insights 2025 Edisi Ramadan dan Idulfitri.

Laporan berbasis tren internal ini memberikan wawasan untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Apa yang bisa Kawan Puan ketahui dari laporan terkait? Yuk, simak!

"Melalui laporan ini, kami tidak hanya mengidentifikasi tren kesehatan yang muncul, tetapi memberikan rekomendasi praktis yang dapat membantu masyarakat mengambil langkah-langkah proaktif untuk menjaga kesehatan mereka," ujar Chief Medical Officer, dr. Irwan Heriyanto, MARS, dalam pers rilis yang diterima PARAPUAN.

"Harapan kami, Halodoc dapat menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat dalam setiap langkah perjalanan kesehatan mereka, memastikan akses kesehatan yang mudah, lengkap, dan dapat diandalkan kapan pun dibutuhkan," imbuhnya.

Berikut adalah lima layanan kesehatan yang paling banyak dicari selama Ramadan dan Idulfitri berdasarkan tren sebelumnya dan rekomendasi kesehatan yang dapat dilakukan masyarakat:

1. Kesehatan reproduksi

Selama Ramadan dan pekan setelah Idulfitri, Halodoc mencatat 16 persen dalam konsultasi mengenai menstruasi tidak teratur dan lonjakan 48 persen dalam konsultasi terkait kontrasepsi.

Peningkatan ini dapat dipicu oleh penggunaan obat penunda menstruasi untuk ibadah, kekhawatiran efek samping dari obat hormonal, serta kebutuhan pasangan suami istri terkait kontrasepsi pasca-Ramadan.

Baca Juga: Kata Ahli, Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Perempuan Perlu Dilakukan Sejak Usia Segini

Rekomendasi: Untuk menjaga keseimbangan hormon selama Ramadan, dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup (minimal delapan gelas per hari), meningkatkan asupan serat dan protein, serta mengelola stres dengan perencanaan harian yang baik.

2. Kesehatan pencernaan dan metabolik

Selama pekan Idulfitri, tren menunjukkan peningkatan pembelian obat pencernaan sebesar 12 persen dan obat kolesterol sebesar 15 persen. Lonjakan ini dipengaruhi oleh perubahan pola makan yang drastis, termasuk konsumsi makanan tinggi lemak dan gula saat berbuka, serta kebiasaan makan dalam porsi besar setelah seharian berpuasa.

Rekomendasi: Untuk mencegah gangguan kesehatan, kontrol porsi makan, kunyah perlahan, batasi lemak, dan tingkatkan serat serta air. Jika mengalami gejala, konsultasikan dengan dokter spesialis.

3. Kesehatan gigi dan mulut

Selama pekan Idulfitri, konsultasi kesehatan gigi dan mulut di Halodoc meningkat 20 persen dalam seminggu, dipicu oleh konsumsi gula tinggi, masalah gigi yang memburuk, dan keterbatasan akses klinik gigi saat libur.

Rekomendasi: Batasi konsumsi makanan/minuman manis, hindari makanan keras, asam, dan dingin, serta rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.

4. Kesehatan anak

Selama pekan Idulfitri, konsultasi dengan dokter spesialis anak di Halodoc meningkat 21 persen.

Baca Juga: 5 Tips Jaga Kesehatan Anak di Tengah Perubahan Iklim yang Tak Menentu

Peningkatan mobilitas dan interaksi saat perayaan dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan yang ditandai dengan batuk, pilek, dan demam, serta meningkatkan paparan terhadap virus musiman seperti flu dan demam berdarah.

Selain itu, perubahan pola makan juga dapat memicu reaksi alergi seperti muntah maupun ruam kulit.

Rekomendasi: Pantau asupan makanan anak, batasi gula, dan pastikan cukup serat dari buah dan sayur.

5. Kesehatan mental

Konsultasi mengenai kesehatan mental meningkat 16 persen satu pekan setelah Idulfitri. Momen berkumpul dengan keluarga dan teman, sering kali menimbulkan tekanan emosional yang dapat meningkatkan stres dan kecemasan.

Rekomendasi: Untuk menjaga keseimbangan mental, penting untuk mengelola ekspektasi dan prioritas, menjaga pola hidup sehat, serta mencari dukungan profesional jika diperlukan.

Dokter Irwan menambahkan, "Kami melihat tren yang menarik di mana masyarakat semakin proaktif dalam memanfaatkan layanan kesehatan digital seperti Halodoc untuk menjaga kesehatan mereka, terutama di momen-momen penting."

"Halodoc terus berupaya mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan melalui berbagai cara. Masyarakat juga dapat memanfaatkan berbagai layanan Halodoc, mulai dari konsultasi dokter, layanan Homecare, pembelian obat, yang dapat dilakukan melalui satu aplikasi," imbuhnya.

Apabila Kawan Puan khawatir dengan kondisi kesehatan apapun yang ada dan ingin berkonsultasi atau membeli produk kesehatan yang sesuai, kamu bisa mengakses aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Pentingnya Perempuan Menjaga Kesehatan Reproduksi selama Bulan Suci

(*)

Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Sebelum Beli Apartemen Mewah, Ini Hal yang Perlu Dipertimbangkan