Tekanan Sosial yang Kerap Dihadapi Perempuan di Momen Lebaran Bersama Keluarga

Arintha Widya - Senin, 31 Maret 2025
Tekanan Sosial terhadap Perempuan di Momen Lebaran Bersama Keluarga
Tekanan Sosial terhadap Perempuan di Momen Lebaran Bersama Keluarga iStockphoto

Parapuan.co - Pada momen Lebaran, berkumpul dengan keluarga besar menjadi tradisi yang dinantikan. Namun, bagi sebagian perempuan, acara ini bisa menimbulkan tekanan tersendiri akibat pertanyaan-pertanyaan pribadi yang sering dilontarkan, seperti "Kapan menikah?" atau "Kapan punya anak?".

Pertanyaan semacam ini, meskipun mungkin dimaksudkan sebagai bentuk perhatian, sering kali membuat tidak nyaman dan menempatkan perempuan pada posisi yang sulit.​ Melansir Kompas.com, pertanyaan-pertanyaan bersifat pribadi semacam itu dianggap topik yang sebaiknya dihindari saat kumpul keluarga di momen Lebaran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan dan Dampaknya

Beberapa pertanyaan yang kerap muncul saat kumpul keluarga, terutama yang sering diajukan kepada perempuan antara lain:​

  • "Kapan menikah?"

Pertanyaan ini sering membuat para lajang merasa canggung dan tertekan, terutama jika mereka belum memiliki pasangan atau baru saja mengalami kegagalan dalam hubungan. ​

  • "Kapan punya anak?"

Bagi pasangan yang belum memiliki anak, pertanyaan ini bisa menjadi sensitif, apalagi jika mereka sedang berusaha namun belum berhasil.​

  • Komentar tentang penampilan fisik

Misalnya, "Kok kelihatan gemukan?" atau "Kapan mau diet?". Komentar seperti ini dapat menurunkan rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa tidak nyaman.​

Pertanyaan-pertanyaan tersebut, meskipun sering dianggap sebagai basa-basi, dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman dan tekanan sosial bagi yang ditanya.​

Cara Merespons dengan Nyaman

Baca Juga: Berencana Menikah Setelah Lebaran, Hindari Melakukan Kesalahan Ini saat Persiapan

Ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan tersebut, ada beberapa strategi yang dapat Kawan Puan terapkan untuk merespons dengan nyaman dan tanpa menyinggung penanya:

  • Jawab dengan santai dan sedikit humor

Menggunakan humor dapat meredakan ketegangan. Misalnya, saat ditanya "Kapan menikah?", kamu bisa menjawab, "Tunggu tanggal mainnya, ya!"

  • Alihkan pembicaraan

Setelah menjawab singkat, segera alihkan topik pembicaraan ke hal lain yang lebih umum atau menarik bagi semua orang. Misalnya, "Oh iya, ada film romantis baru yang rilis Lebaran, yuk nonton."

  • Jawab dengan jujur namun tegas

Jika merasa nyaman, kamu bisa menjawab dengan jujur mengenai situasimu, namun tetap dengan batasan yang bisa kamu tentukan sendiri.

  • Gunakan jawaban diplomatis

Misalnya, "Doakan saja yang terbaik," atau "Semoga semuanya lancar sesuai rencana."

  • Tetapkan batasan

Jika pertanyaan dirasa terlalu pribadi, tidak ada salahnya untuk dengan sopan menyampaikan bahwa kamu kurang nyaman membahas hal tersebut.

Menghindari Pertanyaan yang Sensitif

Bagi anggota keluarga lainnya, penting untuk lebih peka dan menghindari pertanyaan atau komentar yang dapat menyinggung perasaan. Beberapa topik yang sebaiknya dihindari antara lain:​

  • Status pernikahan: Menghindari pertanyaan tentang kapan seseorang akan menikah.​
  • Rencana memiliki anak: Tidak menanyakan kapan pasangan akan memiliki anak.​
  • Penampilan fisik: Menjauhkan diri dari komentar tentang berat badan atau penampilan fisik lainnya.​

Dengan lebih peka dan bijak dalam berkomunikasi, suasana silaturahmi dapat tetap hangat tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi siapapun.​

Pertanyaan-pertanyaan pribadi yang sering muncul saat acara keluarga dapat menimbulkan tekanan sosial, terutama bagi perempuan. Penting bagi kita semua untuk lebih bijak dalam berkomunikasi dan menghargai privasi orang lain.

Bagi yang menerima pertanyaan tersebut, memiliki strategi untuk merespons dengan nyaman dapat membantu menjaga suasana tetap harmonis.

Baca Juga: Bagaimana Mengakhiri Tradisi Bagi-Bagi Angpao Lebaran yang Memberatkan Keuangan Perempuan?

(*)

Sumber: Kompas.com
Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Mengenal Incel: Ideologi Berbahaya yang Viral Lewat Serial Adolescence di Netflix