Itu artinya, tongue tie yang harus diinsisi atau dipotong adalah ketika mengganggu pelekatan atau pengisapan bayi ketika menyusui. "Jadi kalau bayi kesulitan menyusu, belum tentu karena tongue tie. Kalau pun benar, bisa mulai dari perbaiki posisi menyusu, apakah peletakannya sudah betul," ujar dokter Naomi.
"Dilihat juga apakah berat badan anak selama periode menyusui awal itu naik seberapa banyak," imbuhnya. Lebih jauh lagi, dokter Naomi juga mengatakan ketika tongue tie diinsisi tidak sesuai dengan indikasi, situasi ini justru bisa menyebabkan masalah lain.
"Karena jika diinsisi tidak sesuai, justru bisa menyebabkan pendarahan, infeksi atau bekas luka yang mengganggu tempat insisinya. Dikhawatirkan, situasi ini malah akan lebih mengganggu bayi," jelasnya.
Perlu Melakukan Konsultasi Dokter
Ketika orang tua mengetahui si anak mengalami tongue tie, kamu tidak bisa secara langsung memutuskan anak harus diinsisi. Dokter Naomi menjelaskan bahwa ketika merasa si kecil memiliki tongue tie, orang tua disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anak dan dokter laktasi terlebih dulu.
Bukan tanpa alasan, konsultasi ini dilakukan untuk mengetahui langkah apa yang bisa kamu ambil untuk mengatasi masalah yang mungkin muncul akibat tongue tie.
"Karena tidak semua tongue tie harus diinsisi. Kalau memang tidak ada masalah ya tidak usah diapa-apakan," ujarnya.
"Tongue tie diinsisi ketika bayi mengalami masalah dalam menyusu, termasuk dalam latch dan suckling," pungkasnya.
Kawan Puan, sekarang kamu sudah tahukan apa itu tongue tie pada bayi dan bagaimana cara penanganannya. Jadi sebelum melakukan tindakan, konsultasikan pada dokter dulu ya!
Baca Juga: Kesehatan Mental Ibu Hamil Bisa Memengaruhi Bayi dalam Kandungan, Ini Faktanya
(*)