Parapuan.co - Ada banyak pilihan berwisata yang bisa dilakukan oleh pelancong, entah solo traveling maupun bersama rombongan. Bagi kamu yang tak mau ribet menyusun itinerary, berwisata bersama rombongan bisa menjadi pilihan.
Berbeda dengan perjalanan rombongan, Kawan Puan yang solo traveling biasanya mengunjungi lebih banyak tempat. Ada banyak jenis kuliner yang mungkin kamu coba saat mengunjungi wilayah tertentu.
Baik bersama rombongan maupun sendiri, biasanya ada persamaan saat melakukan perjalanan, yakni terburu-buru.
Dalam hal ini, pernahkah Kawan Puan merasa lelah usai melakukan perjalanan karena harus cepat berpindah dari satu tempat ke tempat lain?
Dalam menyusun rencana perjalanan, kita atau biro wisata biasanya sudah menentukan jumlah hari yang akan dihabiskan.
Pada rentang waktu tersebut, kita sudah harus mengunjungi beberapa tempat sekaligus.
Hal ini menyenangkan karena kita bisa mengunjungi banyak tempat dalam satu waktu, tetapi bukan tidak mungkin kelelahan fisik akan terjadi.
Jelang Lebaran 2025, mungkin banyak orang yang mudik ke kampung halaman sekaligus traveling sehingga jadwal dipadatkan dalam satu waktu. Di saat bersamaan, muncul istilah kebalikan dari jenis perjalanan di atas.
Istilah slow travel justru muncul jelang Lebaran 2025, Kawan Puan. Melansir dari laman Kompas.com, slow travel sebenarnya sudah populer sejak 2019 dan terus meningkat dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Cocok untuk Nongkrong, Ini 3 Rekomendasi Resto di Tangerang Selatan
Masih dilansir dari sumber yang sama, slow travel berarti pelancong tidak terburu-buru dalam melakukan perjalanan. Mereka biasanya memiliki waktu ekstra untuk melakukan eksplorasi pada satu tempat.
Slow travel terinspirasi dari slow food movement yang menginginkan pelancong membangun koneksi dengan destinasi wisatanya. Diharapkan, pelancong bisa terhubung dengan teman seperjalanan melalui cara yang lebih santai.
Berdasarkan siaran pers yang PARAPUAN terima dari Traveloka, istilah slow travel ini meningkat jelang lebaran. Masih dari sumber yang sama, banyak keluarga mulai tertarik dengan gaya perjalanan ini.
Biasanya, pelancong akan memperpanjang libur mereka dengan menginap 3 sampai 4 hari di hotel. Di saat itu, mereka melakukan eksplorasi kuliner hingga aktivitas berbasis alam.
Ciri utama, dari slow travel ialah menekankan pengalaman mendalam di suatu tempat dengan mengurangi mobilitas.
Selain itu, pelancong juga memilih opsi transportasi yang berkelanjutan, seperti kereta api atau bus.
Bagi Kawan Puan yang merencanakan berlibur, Traveloka menghadirkan kampanye Traveloka Lebaran Liburan yang berlangsung dari 11 Maret hingga 6 April 2025.
Melalui kampanye tersebut, ada penawaran diskon hingga 50 persen dan kupon hingga Rp 1 juta yang bisa kamu nikmati.
Baca Juga: Hari Raya Nyepi di Bali, Apa Saja Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Turis?
(*)