Jangan hanya percaya pada penampilan luar mobil. Telusuri rekam jejak servis mobil secara menyeluruh, termasuk frekuensi perawatan dan penggantian komponen penting seperti oli, kampas rem, atau timing belt.
"Kalau mobil sudah punya riwayat servis yang lengkap dan rutin, biasanya kondisi keseluruhan juga lebih terjaga. Ini penting banget buat menghindari kerusakan mendadak setelah dibeli," ungkap Andi dalam kesempatan yang sama.
4. Gunakan Jasa Inspeksi Profesional
Jika kamu tidak yakin bisa memeriksa kondisi mobil secara menyeluruh, lebih baik minta bantuan teknisi atau jasa inspeksi independen. Ini bisa membantu mendeteksi masalah tersembunyi sebelum kamu membuat keputusan.
"Banyak kok sekarang jasa inspeksi mobil yang datang langsung ke lokasi. Mereka bisa bantu cek dari kondisi mesin, rem, kaki-kaki, sampai potensi bekas banjir," tambah Andi.
5. Pertimbangkan Usia dan Nilai Jual Kembali
Pilih mobil yang usianya masih masuk akal dan punya nilai jual kembali yang stabil. Ini penting kalau suatu saat kamu ingin menjualnya lagi tanpa terlalu banyak rugi.
"Mobil bekas yang usianya di bawah 10 tahun dengan kondisi bagus biasanya masih cukup layak untuk dijual kembali. Asal bukan bekas tabrak atau modifikasi ekstrem, nilainya masih bisa bagus," pungkas Andi.
Dengan mengikuti lima tips di atas, kamu bisa mendapatkan mobil bekas yang awet, nyaman, dan tetap ekonomis dalam jangka panjang. Ingat, ketelitian saat membeli bisa menyelamatkanmu dari biaya perbaikan yang tak terduga di kemudian hari.
Baca Juga: 4 Teknologi Mobil Hyundai yang Menunjang Kenyamanan Perempuan
(*)