Nyaris Putus Asa, Sulitnya Menjadi Caregiver Lansia Penderita Demensia

Arintha Widya - Rabu, 26 Februari 2025
Sulitnya menjadi caregiver lansia dengan demensia.
Sulitnya menjadi caregiver lansia dengan demensia. Freepik

Setiap caregiver memiliki pengalaman yang unik, tetapi ada beberapa tantangan emosional yang umum dirasakan oleh banyak orang.

1. Kesedihan

Kesedihan ini terjadi karena seseorang menyadari bahwa kehilangan akan datang, meskipun masih dalam proses yang panjang. Terlebih pada penderita usia lanjut.

Alzheimer dan demensia sering kali berkembang perlahan, dengan setiap tahap penyakit membawa kehilangan baru. Tak hanya harus siap-siap kehilangan secara fisik (dalam arti jika penderita meninggal dunia) tapi juga siap kehilangan "sosok" yang tidak lagi jadi dirinya sendiri akibat halusinasi dan delusi yang mungkin dialami.

2. Perubahan Peran dan Identitas

Salah satu aspek tersulit dari caregiving adalah perubahan peran yang tiba-tiba dalam keluarga. Misalnya, seorang anak yang tiba-tiba harus menjadi pengasuh bagi orang tuanya dapat merasa kehilangan identitasnya sebagai anak.

Selain itu, perubahan ini juga dapat memperburuk dinamika keluarga, terutama jika hubungan dalam keluarga sudah tidak seimbang atau bermasalah sebelumnya.

3. Merasa Sendirian dan Tidak Dipahami

Banyak caregiver merasa kesulitan untuk mendapatkan empati dari orang-orang di sekitar mereka. Dari kasus rekan penulis, ia bisa dibilang kurang menerima dukungan dan empati dari kerabat dekat sang ibu yang notabene tinggal di dekat rumahnya.

Sumber: Very Well Mind
Penulis:
Editor: Arintha Widya


REKOMENDASI HARI INI

Limbah Plastik Kian Mengkhawatirkan, Kini Kemasan Skincare Bisa Dikumpulkan