Beberapa minuman berkafein yang perlu dibatasi meliputi kopi, teh hitam, teh hijau, cokelat panas, soda berkafein, serta minuman penambah energi.
5. Minuman Berenergi
Efek dari mengonsumsi minuman berenergi hampir sama seperti meminum kopi dalam jumlah besar. Minuman ini biasanya mengandung kadar gula tinggi, yang dapat meningkatkan risiko lonjakan asam urat dalam tubuh.
Selain itu, kandungan kafein dalam minuman berenergi juga berkontribusi terhadap munculnya gejala nyeri sendi akibat asam urat.
6. Minuman Beralkohol
Konsumsi alkohol, terutama bir, dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan asam urat. Bir memiliki kadar purin yang cukup tinggi, sehingga dapat memicu lonjakan kadar asam urat dalam darah.
Meskipun konsumsi anggur dalam jumlah sedang mungkin tidak selalu memperburuk kondisi, sebaiknya penderita asam urat tetap membatasi asupan alkohol.
Meskipun kadar asam urat yang tinggi tidak selalu menimbulkan gejala, membatasi konsumsi minuman di atas dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat berulang.
Menjaga pola makan dan minum yang tepat dapat membantu penderita mengelola kondisinya dengan lebih baik dan menjalani hidup yang lebih nyaman. (*)
Baca Juga: Perempuan yang Berada di Fase Menopause Rentan Terserang Asam Urat