Parapuan.co - Mudik Lebaran menjadi momen menyenangkan yang mungkin sangat kita nantikan. Setelah berbulan-bulan bekerja keras, berkumpul bersama keluarga di kampung halaman menjadi sesuatu yang menggembirakan.
Sayangnya, bagi sebagian orang, perjalanan mudik bisa menjadi pengalaman kurang menyenangkan karena mabuk perjalanan. Mual, pusing, bahkan muntah sering kali muncul saat perjalanan jauh dengan mobil, bus, kapal, atau pesawat.
Kondisi ini tentu bisa mengganggu kenyamanan selama perjalanan, apalagi jika kamu harus menempuh perjalanan panjang dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok atau macet lama.
Lalu, mengapa sebagian orang lebih mudah mengalami mabuk perjalanan dibandingkan yang lain? Apa saja penyebab utama dari kondisi ini?
Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini agar kamu bisa lebih memahami dan mencari cara untuk mengatasinya!
Apa itu Mabuk Perjalanan?
Menurut laman resmi Rumah Sakit Pondok Indah, mabuk perjalanan adalah kondisi mispersepsi antara rangsang diterima oleh telinga dengan yang diolah oleh otak sebagai pusat keseimbangan.
Akibatnya, penderita mabuk perjalanan atau motion sickness akan merasakan pusing, mual, bahkan muntah, ketika sedang dalam perjalanan. Selain saat berkendara, motion sickness juga bisa dialami oleh mereka yang sedang bermain, terutama VR (virtual reality).
Penyebab Mabuk saat Perjalanan Mudik Lebaran
Baca Juga: Perempuan Mandiri Berkendara Saat Mudik Lebaran, Perhatikan Ini untuk Menjaga Keselamatan
1. Gangguan pada Sistem Vestibular di Telinga
Salah satu penyebab utama mabuk perjalanan adalah ketidakseimbangan sensorik di sistem vestibular, yaitu bagian telinga dalam yang berfungsi mengatur keseimbangan tubuh. Saat kamu berada di kendaraan yang bergerak, seperti mobil atau bus, otak menerima sinyal bertentangan dari berbagai indera.
Misalnya, ketika kamu duduk diam di dalam mobil sambil membaca buku atau menatap ponsel, mata melihat objek yang diam, sementara telinga bagian dalam mendeteksi gerakan kendaraan. Ketidaksesuaian antara informasi yang diterima mata dan telinga ini membuat otak bingung dan memicu reaksi seperti pusing, mual, hingga muntah.
2. Kurangnya Sirkulasi Udara yang Baik dalam Kendaraan
Udara yang pengap dan kurang segar di dalam mobil, bus, atau kapal juga bisa menjadi pemicu mabuk perjalanan. Saat kendaraan penuh dengan penumpang, udara di dalamnya bisa menjadi lebih panas dan kurang oksigen. Hal ini bisa memperburuk gejala mual dan pusing, terutama jika kamu duduk di tempat sempit tanpa akses ke ventilasi yang baik.
Selain itu, bau tidak sedap seperti asap rokok, parfum menyengat, atau makanan tertentu juga bisa memicu reaksi mual lebih cepat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan kendaraan memiliki sirkulasi udara yang baik selama perjalanan.
3. Posisi Duduk yang Tidak Tepat
Posisi duduk juga berpengaruh besar terhadap kemungkinan mabuk perjalanan. Duduk di bagian belakang mobil atau bus sering kali lebih berisiko dibanding duduk di depan, karena bagian belakang kendaraan cenderung mengalami lebih banyak guncangan dan getaran.
Baca Juga: 10 Tips Memperketat Keamanan Rumah Sebelum Ditinggal Mudik Lebaran
Selain itu, duduk dengan kepala menunduk terlalu lama, misalnya saat bermain ponsel atau membaca buku, bisa memperparah gangguan keseimbangan tubuh dan memicu rasa mual lebih cepat.
4. Kurang Tidur dan Kelelahan Sebelum Perjalanan
Kurang tidur dan kondisi tubuh yang lelah sebelum perjalanan juga bisa meningkatkan risiko mabuk perjalanan. Ketika tubuh dalam keadaan lelah, sistem saraf menjadi lebih sensitif terhadap rangsangan yang tidak biasa, termasuk perbedaan sinyal antara mata dan telinga bagian dalam.
Kelelahan juga bisa menyebabkan tubuh lebih sulit menyesuaikan diri dengan gerakan kendaraan, sehingga gejala seperti pusing dan mual menjadi lebih mudah muncul. Oleh karena itu, pastikan kamu cukup istirahat sebelum melakukan perjalanan mudik.
5. Perut Kosong atau Terlalu Kenyang Sebelum Perjalanan
Banyak orang mengira bahwa bepergian dengan perut kosong bisa mencegah mabuk perjalanan, tetapi sebenarnya hal ini justru bisa memperparah gejala. Saat perut kosong, kadar gula darah menurun, yang bisa menyebabkan tubuh merasa lebih lemas dan rentan terhadap rasa mual.
Sebaliknya, makan terlalu banyak atau mengonsumsi makanan berlemak sebelum perjalanan juga bisa memicu mabuk perjalanan karena makanan tersebut lebih sulit dicerna dan bisa meningkatkan produksi asam lambung. Sebaiknya, konsumsi makanan ringan yang mudah dicerna sebelum perjalanan untuk mengurangi risiko mual.
Kawan Puan, itu tadi beberapa penyebab mabuk saat perjalanan mudik Lebaran. Saat mengetahui berbagai penyebab di atas, Kawan Puan bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat agar perjalanan menjadi nyaman.
Baca Juga: 6 Tips Membuat Bekal Sehat dan Praktis untuk Perjalanan Mudik Lebaran
(*)