Setelah menemukan penyebab masalah, orang tua dapat membantu anak menenangkan diri sebelum berdiskusi tentang solusi yang lebih baik untuk menghadapi situasi serupa di masa depan.
Baca Juga: Memicu Stres, 5 Tren Parenting Ini Diharapkan Berubah di Tahun 2025
Manfaat Democratic Parenting
Meskipun gaya pengasuhan demokratis membutuhkan usaha ekstra, banyak manfaat yang bisa diperoleh, antara lain:
- Anak belajar mengatur diri sendiri dengan lebih baik.
- Anak lebih memahami kebutuhan mereka dan mampu mengungkapkan perasaan dengan cara yang sehat.
- Anak lebih menghargai orang lain dan memiliki rasa empati yang tinggi.
Dengan menerapkan democratic parenting, anak tidak hanya akan lebih patuh terhadap aturan keluarga, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi untuk mempertimbangkan kebutuhan orang lain sebelum bertindak.
Tantangan dalam Menerapkan Democratic Parenting
Seperti halnya metode pengasuhan lainnya, democratic parenting juga memiliki tantangan tersendiri. Orang tua dituntut untuk tetap tenang dan sabar, meskipun sedang dalam kondisi lelah atau stres.
Untuk mengatasi hal ini, penting bagi orang tua untuk tetap menjaga keseimbangan emosional mereka dengan melakukan selfcare atau perawatan diri, seperti tetap punya waktu me time, bisa curhat dengan teman, serta bersedia meminta bantuan profesional bila dirasa perlu.
Tips Menerapkan Democratic Parenting
Bagi orang tua yang ingin mencoba gaya pengasuhan ini, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Bertanya dengan Empati
Saat anak menunjukkan perilaku sulit, alih-alih langsung menghukum, cobalah bertanya, "Apa yang kamu butuhkan sekarang?" untuk membantu mereka mengenali emosinya.
- Mengutamakan Perawatan Diri
Orang tua yang sehat secara emosional lebih mampu menghadapi tantangan pengasuhan dengan cara yang lebih bijak dan terkendali.
Democratic parenting bukan hanya tentang mengubah perilaku anak, tetapi juga mengubah cara pandang orang tua terhadap anak dan interaksi dalam keluarga.
Dengan kesabaran dan konsistensi, metode ini bisa membantu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua dan anak.
Baca Juga: Mengenal Istilah Baru Pola Asuh Fafo Parenting, Akankah Jadi Tren?
(*)